CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

REHAT: Menguatkan Keluarga, Cegah Stunting untuk Generasi Emas 2045

Yatti Chahyati
4 Maret 2026
Pencegahan Stunting

Program “Rehat” (Ramadan Sehat), kolaborasi PAS TV bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas). (Foto : ist Pastv)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Pencegahan Stunting

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Persoalan stunting bukan sekadar menyangkut tinggi badan anak, melainkan menjadi pertaruhan kualitas generasi masa depan.

Isu ini mengemuka dalam program “Rehat” (Ramadan Sehat), kolaborasi PAS TV bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas), yang menghadirkan Dr. Alma Lucyati, dr., M.KM., M.Si., MH.Kes., dipandu oleh Sofa Rahmannia, dr., M.Kes.

Dalam pemaparannya, dr. Alma menyoroti ketidaksinkronan antara besarnya anggaran pemerintah dengan capaian penurunan angka stunting di lapangan.

Menurutnya, persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif dan pembagian bantuan semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan di tingkat keluarga.

Berdasarkan penelitiannya, kunci utama pencegahan stunting terletak pada penguatan peran keluarga serta pemanfaatan titik-titik kritis (critical point) dalam siklus hidup manusia.

Tiga Masa Sensitif Penentu Kualitas Anak

Ia menjelaskan terdapat tiga masa sensitif yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, yakni masa remaja putri, masa kehamilan, serta enam bulan pertama setelah kelahiran.

Baca juga:   Program "Ngopipas"

Data menunjukkan, sebanyak 40,7 persen bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau di bawah 2.500 gram telah mengalami stunting sejak awal kehidupan.

“Jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang lemah,” tegasnya, mengutip pesan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa.

Menurutnya, pendidikan ibu dan gaya hidup remaja putri menjadi faktor tidak langsung yang sangat berpengaruh terhadap risiko stunting.

Tren diet ekstrem demi mengejar standar kecantikan hingga menyebabkan anemia, ditambah pernikahan usia dini di bawah 20 tahun, meningkatkan risiko melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi.

ASI Eksklusif Turunkan Risiko Secara Signifikan

Meski demikian, penelitian tersebut juga menemukan kabar baik. Angka stunting pada bayi BBLR dapat ditekan drastis dari 40,7 persen menjadi 10,6 persen apabila ibu memberikan ASI eksklusif dan memanfaatkan masa cuti melahirkan secara optimal.

Baca juga:   Pemkot Bandung Minta Polisi Blokir Jalan Lebih Banyak

Kontak langsung antara ibu dan bayi melalui metode skin-to-skin juga disebut memiliki dampak signifikan.

Selain mendukung keberhasilan menyusui, kontak batin tersebut berperan dalam stimulasi saraf dan pembentukan ikatan emosional.

Ia pun mengingatkan para ibu agar fokus saat menyusui dan tidak terdistraksi oleh gawai, karena kualitas interaksi sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Faktor Lingkungan dan Peran Kepemimpinan

Stunting merupakan persoalan multisektoral. Selain asupan gizi, faktor lingkungan seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta paparan asap rokok di dalam rumah turut menjadi pemicu.

Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dari tingkat desa hingga provinsi guna menyinkronkan berbagai intervensi.

Program kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga harus berjalan selaras agar hasilnya optimal.

Metode LUSI: Pendekatan Berbasis Data dan Kolaborasi

Sebagai solusi, dr. Alma memperkenalkan metode LUSI, yakni:

  • Lihat datanya
  • Lihat kondisi masyarakatnya
  • Sinkronisasi upaya dan informasi
  • Informasikan kepada seluruh pihak terkait
Baca juga:   Program "Kang Didi Nyintreuk"

Pendekatan ini menekankan pentingnya kebijakan berbasis data serta kolaborasi lintas sektor agar intervensi tepat sasaran.

Ancaman Jangka Panjang bagi Generasi Bangsa

Sementara itu, dr. Sofa Rahmannia mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan persoalan ini.

Tanpa intervensi yang tepat, anak stunting berisiko mengalami gangguan metabolisme, penurunan daya tahan tubuh, hingga keterlambatan kognitif.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menjadi beban negara karena berdampak pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.

Menuju Indonesia Emas 2045, pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga, melalui pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok. (*)

# Pencegahan Stunting

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: anemia remaja putriASI eksklusifBBLRDr Alma Lucyatidr Sofa Rahmanniaedukasi kesehatanFK unpasGenerasi Emas 2045keluarga sehatkesehatan ibu dan anakKesehatan Masyarakatkota bandungmetode LUSIPAS TVpencegahan stuntingpernikahan usia diniramadan sehatREHATStunting


Related Posts

jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026
PT Bio Farma memberangkatkan 505 peserta mudik gratis 2026 menggunakan 11 unit bus ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program ini dilepas langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan. (PT Bio Farma )
HEADLINE

Bio Farma Berangkatkan 505 Peserta Mudik Gratis ke Jateng dan Jatim, Wali Kota Bandung Beri Apresiasi

13 Maret 2026
gangguan lambung saat puasa
HEADLINE

REHAT : Gangguan Lambung Selama Ramadhan

12 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Xiaomi 17 Pro
HEADLINE

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

14 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Bocoran terbaru mengenai ponsel flagship Xiaomi, yakni Xiaomi 18 Pro, mulai terungkap ke publik. Perangkat...

roblox kids

Roblox Luncurkan Akun Kids dan Select untuk Perlindungan Anak

14 April 2026
Indonesia Open 2026

Tiket Hari Pembuka Polytron Indonesia Open 2026 Dijual Mulai Rp40 Ribu

14 April 2026
kemarau bmkg

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

14 April 2026
Pascasarjana Unpas

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026

Highlights

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

PLN Jabar Catat Lonjakan Transaksi SPKLU pada RAFI 2026

Viral Dugaan Penculikan Anak di Bandung Barat, Pelaku Ditangkap

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

Anthon Fathanudien Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Hak Cipta Batik

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.