# misi ke Bulan
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Misi luar angkasa Artemis II kembali mencetak sejarah.
Seperti dikutip Pasjabar, dari siaran pers NASA, Jumat (19/42026), disebutkan jika Badan antariksa NASA merilis foto-foto resmi pertama dari penerbangan lintas Bulan yang menampilkan pemandangan luar biasa.
Salah satunya, termasuk fenomena gerhana matahari yang terlihat dari luar angkasa—sebuah momen langka yang belum pernah disaksikan langsung oleh manusia modern.
Gambar-gambar tersebut diambil pada 6 April 2026 oleh wahana Orion spacecraft saat melintasi sisi jauh Bulan selama sekitar tujuh jam.
Dalam salah satu foto paling memukau, Bulan tampak gelap dengan cahaya Matahari menyinari dari belakang, sementara Bumi terlihat memantulkan cahaya di tepi cakram Bulan.
Bahkan, planet Saturnus dan Mars tampak sebagai titik terang di latar belakang—menambah dramatisnya panorama kosmik tersebut.
Dokumentasi Ilmiah yang Berharga
Empat astronaut yang menjalankan misi ini—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—mengambil ribuan gambar menggunakan berbagai kamera canggih di dalam Orion.
Selain keindahan visual, foto-foto tersebut memiliki nilai ilmiah tinggi. Awak misi berhasil mendokumentasikan kawah tumbukan, aliran lava purba, hingga retakan permukaan Bulan.
Mereka juga mengamati variasi warna, kecerahan, dan tekstur permukaan, yang penting untuk memahami evolusi geologi satelit alami Bumi tersebut.
Tak hanya itu, kru juga melaporkan enam kilatan tumbukan meteoroid di sisi gelap Bulan.
Data ini kini tengah dianalisis oleh para ilmuwan untuk menentukan waktu dan lokasi kejadian, serta dibandingkan dengan pengamatan astronom amatir di Bumi.
Momen Langka: Gerhana Matahari dari Luar Angkasa
Salah satu pencapaian paling menarik dari misi ini adalah keberhasilan menangkap gerhana matahari dari perspektif luar angkasa.
Dalam kondisi tersebut, korona Matahari—lapisan luar atmosfer Matahari—terlihat jelas, memberikan peluang penelitian baru tentang aktivitas Matahari dan dampaknya terhadap lingkungan luar angkasa.
Menurut pejabat NASA, gambar resolusi tinggi yang kini diterima membantu menjelaskan deskripsi awal kru yang sebelumnya sulit dipahami dari Bumi.
Kini, ilmuwan dapat “melihat” langsung apa yang dialami para astronaut selama misi berlangsung.
Menuju Era Baru Eksplorasi
Misi Artemis II menjadi langkah penting menuju ambisi besar NASA untuk kembali menempatkan manusia di Bulan secara berkelanjutan.
Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk merancang misi berikutnya, termasuk pendaratan manusia di permukaan Bulan dan persiapan eksplorasi ke Mars.
NASA juga menargetkan kepulangan Artemis II pada 10 April 2026 di lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Siaran langsung kepulangan ini disiarkan melalui platform digital NASA, menandai berakhirnya salah satu misi uji coba paling penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa modern.
Dengan keberhasilan ini, Artemis II tidak hanya menghadirkan keindahan kosmos ke layar manusia di Bumi, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan eksplorasi antariksa yang lebih ambisius dan berkelanjutan. (*/tie)
# misi ke Bulan












