BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali menggelar Sidang Promosi Doktor Ilmu Sosial atas nama Syaifurrohman, Rabu (29/4/2026), di Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung.
Sidang promosi tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S., dengan promotor Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. H. Yaya Mulyana A. A, M.Si.
Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si.
Dalam sidang tersebut, Syaifurrohman mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Evaluasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Cirebon.”
Evaluasi Kebijakan PPDB di Kota Cirebon

Dalam penelitiannya, Syaifurrohman menyoroti pelaksanaan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Cirebon yang dinilai belum berjalan optimal, khususnya dalam penerapan sistem zonasi.
Ia menemukan adanya ketimpangan kualitas antar sekolah, pengklasteran, serta penumpukan minat siswa di sekolah tertentu. Selain itu, daya tampung sekolah yang terbatas, kualitas pembelajaran yang masih konvensional, serta belum meratanya sarana dan prasarana menjadi faktor penghambat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sosialisasi kebijakan PPDB kepada masyarakat masih belum merata, sehingga memunculkan stigma sekolah favorit dan non-favorit.
Model Evaluasi Berbasis Budaya
Sebagai solusi, Syaifurrohman menawarkan model evaluasi kebijakan PPDB berbasis budaya, yang menekankan pentingnya alokasi sumber daya, penegakan aturan, serta dukungan berkelanjutan dari pemangku kepentingan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan sangat bergantung pada mentalitas pelaksana di lapangan agar tetap berorientasi pada tujuan program.
“Dengan disertasi ini mudah-mudahan apa yang menjadi analisa dan kajian dapat bermanfaat untuk semuanya sesuai dengan tujuan rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Syaifurrohman berharap hasil penelitiannya dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia.
“Insya Allah membawa berkah buat kita semua,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Pascasarjana Unpas yang dinilainya memiliki kualitas pendidikan yang baik.
“Pascasarjana Unpas luar biasa, mudah-mudahan menjadi pilar pendidikan, khususnya di Jawa Barat maupun Indonesia. Harapannya ke depan Unpas bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dalam sidang tersebut, Syaifurrohman dinyatakan lulus dengan IPK akhir 3,62 dan meraih yudisium sangat memuaskan, sekaligus menjadi lulusan ke-313 doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas. (han)












