# Tunjangan Profesi Guru
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Jelang peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, pemerintah mengubah skema pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) menjadi setiap bulan. Sebelumnya TPG dicairkan tiga bulan satu kali.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesejahteraan guru.
“Pencairan TPG setiap bulan adalah bentuk kepastian hak bagi guru. Kami ingin para guru bisa lebih fokus mengajar tanpa terbebani persoalan finansial,” jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa tunjangan guru bukan sekadar anggaran, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Harapan ke Depan
Para guru berharap kebijakan ini terus berlanjut dengan peningkatan nominal dan konsistensi pencairan.
Sebab, kesejahteraan guru diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Kebijakan pencairan TPG bulanan ini menjadi angin segar bagi para tenaga pendidik. Selama ini, pencairan tiga bulanan kerap membuat guru harus mengatur keuangan dengan lebih ketat.
Dengan sistem baru, pemasukan menjadi lebih rutin dan stabil.
Di SDN Cipayung 01 Ciputat, perubahan ini disambut penuh rasa syukur. Eros Rosidah, salah satu guru, menyebut bahwa pencairan bulanan memberikan kepastian finansial yang lebih baik.
“Sekarang terasa lebih ringan karena setiap bulan ada pemasukan tambahan. Kami bisa mengatur kebutuhan dengan lebih baik, tidak menunggu lama seperti sebelumnya,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Guru
Tak hanya soal rutinitas pencairan, kebijakan ini juga berdampak langsung pada kesejahteraan guru.
Dengan pemasukan yang lebih stabil, guru dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, hingga merencanakan pengembangan diri.
Syamsuddin, guru senior yang telah mengajar sejak 1999, merasakan perbedaan signifikan. Ia menilai sistem baru ini membuat kehidupan ekonomi guru menjadi lebih terencana.
“Dengan diterima tiap bulan, saya bisa mengatur keuangan keluarga, bahkan menyisihkan untuk pendidikan lanjutan dan membeli perangkat pembelajaran seperti laptop,” ungkapnya.
Menariknya, manfaat TPG bulanan tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga oleh para murid.
Dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil, guru memiliki ruang lebih untuk membantu siswa yang membutuhkan.
Siti Nurlaela, guru kelas VI, mengaku sering menggunakan sebagian TPG untuk membantu kebutuhan siswa, seperti alat tulis dan perlengkapan sekolah.
“Melihat kondisi murid yang berbeda-beda, kami jadi lebih tergerak membantu. Dengan TPG ini, kami bisa berbagi sesuai kemampuan,” katanya. (tie)
# Tunjangan Profesi Guru












