CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Alasan FFB Belum Memberikan Penghargaan Untuk FTV

Yatti Chahyati
18 November 2020
Alasan FFB Belum Memberikan Penghargaan Untuk FTV

ilustrasi. (https://www.festivalfilmbandung.com/2020/09/nominasi-festival-film-bandung-2020.html)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Festival Film Bandung (FFB) ke-33 tahun 2020 ini tak seperti tahun sebelumnya karena berada di tengah pandemi COVID-19.

Adapun empat kategori penghargaan kepada serial film televisi yaitu kategori Serial Televisi Terpuji, Sutradara Serial Televisi Terpuji, Pemeran Pria Serial Televisi Terpuji dan Pemeran Wanita Serial Televisi Terpuji. Sementara itu, untuk  film televisi (FTV) saat ini FFB belum memberikan penghargaan.

Ketua Umum, Forum Film Bandung Eddy D. Iskandar dalam siaran persnya kepada pasjabar, mengungkapkan bahwa  dalam FFB tahun 2020 ini  tidak ada kategori Film Televisi Terpuji karena setiap harinya perkembangan teknologi semakin cepat. Industri televisi kini bukan lagi menjadi satu-satunya hiburan bagi masyarakat. Maraknya platform online membuat sebagian orang beralih, dan menjadikan platform tersebut sebagai media utama hiburannya.

Di sisi lain, Festival Film Bandung yang tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-33,  masih mengamati perkembangan karya di televisi baik itu Serial Televisi (Sinetron) atau pun film Televisi (FTV).

Baca juga:   Kawasan Objek Wisata Lembang Mulai Dipadati Wisatawan

“Saat ini FFB sudah mengamati karya televisi, beberapa aspek yang dibahas adalah masalah kebaruan tema, jumlah karya, dan juga potensi  kesinambungannya. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Regu Pengamat sepakat untuk terus melihat perkembangan karya di luar televisi, tetapi belum melakukan penilaiannya pada tahun ini,” terangnya.

Namun, tambah Eddy ada juga fenomena yang menarik dari karya yang tayang di luar televisi ini, yakni  bagaimana jika karya yang semula bukan diperuntukkan untuk televisi lalu tayang di televisi.

“Sepanjang periode penilaian kami mengamati 59 Serial Televisi dan 133 Film Televisi (FTV). Namun khusus FTV, kami sangat menyayangkan karena dari jumlah tersebut, yang layak diperbincangkan dan didiskusikan lebih jauh untuk menempati nominasi Festival Film Bandung 2020, jumlahnya kurang dari lima,” terang ya.

Baca juga:   Yana Mulyana Jalani Perawatan dan Observasi di Rumah Sakit Santosa, Sakit Apa?

Eddy mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi penilaian Festival Film Bandung adalah kebaruan tema. Dan tahun ini  FTV yang FFB amati nyaris tidak menawarkan kebaruan apa pun.

“Di segmen FTV drama romantis misalnya, ceritanya hanya berkutat antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bertemu karena suatu kejadian yang tidak mengenakkan, kemudian mereka saling benci, tapi kemudian akhirnya mereka jatuh cinta. Formula seperti itu nyaris memenuhi semua FTV drama romantis yang ada di televisi. Belum lagi formula seperti itu tidak ditunjang dengan latar yang menguatkan cerita. Latar yang ada kurang menggambarkan kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia,” paparnya.

Kejenuhan formula FTV tidak hanya terjadi di segmen drama romantis, sambung Eddy, namun di segmen FTV rumah tangga atau keluarga yang saat ini didominasi oleh program Suara Hati Istri yang ditayangkan  Indosiar, hampir semuanya memiliki pola yang sama. Yakni isu pernikahan yang diwarnai dengan perselingkuhan. Dari permasalahan ini pihak FFB mencoba menganalisa kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana sesungguhnya potret FTV selama periode penilaian Festival Film Bandung 2020.

Baca juga:   Kang Han-neul Akan Main di Film Thriller Streaming

“Matinya beberapa rumah produksi Kebaruan dan keberagaman tema bisa juga disebabkan karena banyaknya rumah produksi yang sudah tidak lagi memproduksi FTV. Saat ini FTV didominasi oleh Indosiar lewat, program Suara Hati Istri, Pintu Berkah, dan Kisah Nyata. Dan juga oleh SCTV dengan program FTV drama romantis yang diproduksi oleh Starvision, Screenplay Productions, Diwangkara, dan Frame Ritz,” terangnya.

Dari diskusi dan rapat pengamatan terakhir, maka regu Pengamat Festival Film Bandung 2020 sepakat untuk tidak memberikan penghargaan terpuji pada tiga  kategori Film Televisi yakni Penulis Skenario Terpuji, Sutradara Terpuji, dan Film Televisi Terpuji. (*/Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19FEBfestifal film bandungfilm


Related Posts

Rekomendasi Film Natal Keluarga Pilihan Tontonan Libur Akhir Tahun
HEADLINE

Rekomendasi Film Natal Keluarga Pilihan Tontonan Libur Akhir Tahun

15 Desember 2025
dopamin film
HEADLINE

Film Dopamin Raih Antusiasme Tinggi dan Jadi Perbincangan Penonton

15 November 2025
Jujutsu Kaisen Execution
HEADLINE

Trailer Perdana Jujutsu Kaisen: Execution Resmi Dirilis, Tayang Desember

20 September 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.