CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Mulailah dari Diri Sendiri!”

Hanna Hanifah
15 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Basa indung atau ibu menjadi penciri identitas bangsa. Akan tetapi, modernisasi pada era globalisasi ini telah “cukup sukses” menghambat generasi muda untuk mempunyai rasa memiliki bahasa daerah. Masalah ini terjadi hampir di seluruh daerah, tidak terkecuali di Jawa Barat dengan identitas bahasa Sundanya. Apakah ada kaitan dengan terkontaminasinya budaya dengan bercampurnya suku bangsa di tatar Sunda?

“Semua kembali kepada kesadaran individu. Tidak semua keturunan asli Sunda masih mempunyai perasaan memiliki akan budayanya sendiri,” ungkap Rektor Universitas Pasundan Didi Turmudzi.

Ia mengatakan, yang perlu disalahkan adalah diri sendiri. “Sudah sejauh mana peran seorang Sunda dalam menjaga dan membanggakan budayanya? Masuknya budaya lain, kata dia, terutama melalui internet, dan juga pencampuran budaya tidak menjadi faktor utama krisis kecintaan pada budaya ini.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan berduka, Prof. Didi Turmudzi Sebut Acil Budayawan Besar

Ini terjadi di sekeliling kehidupan sosial Sunda. Ketika orang berlomba-lomba mempelajari bahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin, di kompleks perumahan anak-anak mengobrol dengan temannya dengan menggunakan bahasa Indonesia. “Ketika anak-anak itu beranjak sedikit dewasa, muncul bahasa Sunda, tetapi mereka hanya kenal bahasa Sunda kasar,” ujarnya.

Ia masih ingat, pada era 1970-an para pendatang yang ada di Bandung bersemangat untuk belajar bahasa Sunda dan mempelajari etika Sunda. Begitu besarnya kebanggaan mereka dapat bergabung dan diterima Orang Sunda. “Mereka berbuat begitu tanpa dipaksa karena orang Sunda menerima mereka layaknya saudara, dengan prinsip someah hade ka semah,” kata Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan itu.

Ia mengatakan, perlu adanya keberpihakan pada bahasa indung tersebut dengan pemaksaan. Ada tiga fondasi yang harus menerapkan teknik pemaksaan sebagai penopang berdirinya bahasa Sunda, yakni pranata keluarga, pendidikan, dan media.

Baca juga:   TB Hasanuddin Ingin Pemerintah Tutup Sementara Kedatangan WNA China

Keluarga ditempatkan pada urutan pertama karena sifatnya yang lebih intim dalam melakukan pengenalan dan pendalaman bahasa Sunda, Orang tua, kata Didi, harus membiasakan sejak kecil dongeng-dongeng dengan menggunakan bahasa Sunda. Melalui cerita tersebut, orang tua dapat menyisipkan dan membubuhi etika perilaku dan budaya Sunda sebagai pendukung.

“Tanamkan kebanggaan dan rasa memiliki Sunda pada anak usia dini. Cara persuasif tersebut merupakan salah satu unsur pemaksaan penerapan bahasa Sunda,” tuturnya. Unsur pendidikan pun, tambah Didi, tidak kalah peran dalam memengaruhi khalayak akan pentingnya mempertahankan budaya berbahasa Sunda itu. Di Unpas, Didi mengaskan posisi berkomunikasi dengan bahasa indung Sunda. Penggunaan bahasa Sunda diwajibkan bagi seluruh lingkungan kampus. “Setiap rapat akademik, rapat keuangan, antarmahasiswa, dan berlaku pula bagi mahasiswa asing,” ucapnya.

Selain itu, unit kegiatan mahasiswa Lingkung Seni Sunda juga turun langsung dalam setiap kegiatan pengenalan budaya Sunda yang diberikan bagi siswa sekolah. Acara rutin selalu dilakukan untuk mempertahankan rantai kecintaan berbudaya dan berbahasa Sunda di lingkungan pendidikan.

Baca juga:   Pastv Wilujeung Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-106

Sementara peran media saat ini memang sedikit berkurang. Didi menuturkan, kurangnya minat berbudaya Sunda menjadi pemicu penurunan aktivitas media pada budaya Sunda. “Dulu banyak sekali jurnal, media, majalah, dan koran Sunda. Perna media sangatlah berpengaruh bagi pembelajaran budaya dan bahasa Sunda yang diinformasikan melalui berita,” katanya.

Untuk menghadapi krisis ini, lanjut Didi, diperlukan adanya komitmen bersama. Peran pemerintah dan tokoh masyarakat di lingkungan sekitar harus dapat mengangkat kembali budaya Sunda. Cukup dengan berbahasa Sunda, kebanggaan itu akan secara otomatis merangsang peran masyarakat untuk melestarikan elemen budaya Sunda lainnya.

Didi menuturkan, dengan berangkat dari tujuan Bhinneka Tunggal Ika, setiap suku yang melestarikan budaya dengan memulai dari bahasa daerahnya akan ikut menegaskan integritas bangsa Indonesia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.