CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASKESEHATAN

Kontroversi PP No. 28/2024: Apa yang Sebenarnya Diatur Mengenai Alat Kontrasepsi?

Hanna Hanifah
18 Agustus 2024
alat kontrasepsi

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (tengah) dalam acara pertemuan dengan para pengelola ketersediaan alat kontrasepsi di DI Yogyakarta, Minggu (11/8/2024) lalu. (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/535335/menjernihkan-pemahaman-tentang-kontrasepsi-dalam-pp-28-2024?page=all)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2023 mengenai Kesehatan mengenai alat kontrasepsi saat ini tengah menjadi topik hangat di media sosial.

Dikutip dari Antara News, poster yang mengajak untuk menolak penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar beredar luas, menciptakan kesan bahwa informasi tersebut benar dan bahwa semua pihak harus bersama-sama menolak peraturan ini.

Isu utama berasal dari anggapan bahwa peraturan ini akan membuat pemerintah menyediakan alat kontrasepsi untuk remaja dan pelajar.

Untuk memahami hal ini dengan tepat, penting untuk merujuk langsung pada isi peraturan tersebut.

Diskusi yang berkembang di media sosial dan komentar dari berbagai pihak di media arus utama tampaknya tidak berujung pada solusi yang jelas.

Baca juga:   Cara Kelola Stres Agar Tak Mengganggu Kesehatan Mental

Padahal, jika kita melihat secara seksama, PP ini tidak memuat ketentuan mengenai penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja atau pelajar.

Tidak ada pasal atau poin yang menunjukkan bahwa alat kontrasepsi akan disediakan di sekolah.

Perdebatan ini menunjukkan betapa pentingnya budaya literasi yang kuat.

Kita perlu lebih cermat dalam memahami informasi agar tidak terjebak dalam diskusi yang membingungkan dan meresahkan masyarakat.

Dengan kemudahan akses informasi di era digital saat ini, kita dapat dengan mudah mencari dan memeriksa regulasi atau undang-undang melalui mesin pencari.

Memahami dan membahas isu dengan dasar pengetahuan yang kuat akan membuat diskusi lebih jelas dan produktif.

Baca juga:   Disdik Jabar Akan Pastikan Kebijakan Alkon Sesuai Aturan Sebelum Diterapkan

Apabila masyarakat hanya memperhatikan Pasal 103 Ayat 4 poin e dari PP 24/2024 yang mencantumkan frasa “penyediaan alat kontrasepsi,” hal ini bisa menimbulkan kesan yang salah.

Penjelasan yang lebih tepat dapat ditemukan dalam Pasal 104 Ayat 3 poin e, yang menjelaskan bahwa penyediaan alat kontrasepsi ditujukan untuk pasangan usia subur dan kelompok yang berisiko, bukan untuk siswa atau di sekolah.

Penjelasan yang jelas di Pasal 103 Ayat 1 menyebutkan bahwa upaya kesehatan reproduksi untuk usia sekolah dan remaja mencakup pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi serta pelayanan kesehatan reproduksi.

Poin e Ayat 2 menekankan pada perlunya perlindungan moralitas, termasuk kemampuan melindungi diri dan menolak hubungan seksual.

Penting untuk menyebarluaskan informasi yang akurat mengenai peraturan pemerintah agar masyarakat tidak merasa resah dan salah paham.

Baca juga:   Isi Ruang Intelektualitas, BEM UNPAS Gelar Pasundan Berdiskusi

Budaya literasi yang baik membantu kita menghindari perdebatan yang tidak produktif dan memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih bermanfaat.

Saat ini, kita sedang mempersiapkan generasi masa depan yang diharapkan dapat menjadi generasi emas pada tahun 2045.

Orang tua harus memastikan mereka berada dalam kondisi jiwa yang baik dan bahagia agar dapat mendukung generasi muda dengan penuh kasih dan perhatian.

Budaya adu opini yang tidak sehat hanya akan membebani generasi mendatang dengan konflik dan prasangka negatif.

Sebaliknya, generasi emas membutuhkan ketenangan dan dukungan emosional untuk menghadapi masa depan yang kompleks, dan ini harus dimulai dari kita, para orang tua dan masyarakat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: alat kontrasepsiperaturan pemerintah


Related Posts

unpad
HEADLINE

Unpad Sesuaikan Pola Kerja, WFH Jumat Mulai April 2026

8 April 2026
Disdik Jabar
PASPENDIDIKAN

Disdik Jabar Akan Pastikan Kebijakan Alkon Sesuai Aturan Sebelum Diterapkan

16 Agustus 2024
PASBANDUNG

Ini yang Ditemukan Petugas Gabungan Saat Operasi Pekat Tadi Malam

9 Agustus 2019

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)
HEADLINE

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026

STRASBOURG, WWW.PASJABAR.COM – Malam yang seharusnya menjadi sejarah bagi 1. FSV Mainz 05 di kompetisi Eropa justru...

Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026
Hasil Inter vs Cagliari. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

18 April 2026
Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026
Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026

Highlights

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.