CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

BRIN Jelaskan Fenomena ‘Bulan Kembar’: Bukan Bulan Kedua, Hanya Asteroid

Hanna Hanifah
25 September 2024
bulan kembar

BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan fenomena yang dikenal sebagai "bulan kembar," yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di media sosial. (foto: Antara https://jabar.antaranews.com/berita/545867/fenomena-bulan-kembar-yang-viral-ini-penjelasan-periset-brin)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan fenomena yang dikenal sebagai “bulan kembar,” yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di media sosial.

Banyak orang mengira fenomena ini adalah kejadian astronomis langka di mana dua bulan terlihat bersamaan di langit.

Namun, Thomas menjelaskan bahwa istilah “bulan kembar” sebenarnya kurang tepat.

“Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Dalam periode tertentu, objek lain seperti asteroid bisa terperangkap dalam gravitasi Bumi dan sementara mengorbit Bumi. Objek ini sering disebut sebagai ‘bulan mini’ atau ‘mini moon’,” ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/9/2024), dilansir dari Antara.

Baca juga:   Prof. Dr. Ade Priangani dari Unpas Ungkap Fakta Menarik Tradisi Mudik

Ia menegaskan bahwa Bulan adalah satu-satunya benda langit yang terus mengorbit Bumi. Namun, ada fenomena menarik bagi para astronom, yaitu asteroid yang diberi kode “2024 PT5.”

Thomas mengungkapkan bahwa asteroid ini akan terikat oleh gravitasi Bumi dari 29 September hingga 25 November 2024.

“Asteroid ini bukan bulan kedua. Ia terjebak sementara dalam orbit Bumi, dan beberapa media menyebutnya ‘bulan mini’,” tambahnya.

Thomas menjelaskan bahwa ukuran Asteroid 2024 PT5 hanya sekitar 10 meter, jauh lebih kecil dibandingkan Bulan, sehingga tidak mungkin terlihat seperti bulan purnama.

Baca juga:   Suara Terompet Ozan dari Bandung Viral di Klub Sepak Bola Dunia

Orbit asteroid ini juga tidak berbentuk lingkaran sempurna; ia akan mengelilingi Bumi sekali sebelum kembali ke orbit asalnya mengelilingi Matahari.

Thomas menyatakan bahwa asteroid ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi karena ukurannya yang kecil.

Jika asteroid ini masuk ke atmosfer, ia akan terbakar, dan kemungkinan sisanya jatuh di wilayah tanpa penduduk.

“Asteroid seperti ini sering kali terdeteksi dan dianggap tidak berbahaya. Sebuah asteroid seukuran ini pernah jatuh di perairan Bone, Sulawesi, pada 2009. Namun, karena terjebak di gravitasi Bumi untuk sementara waktu, asteroid ini menjadi menarik untuk diamati oleh para astronom,” katanya.

Baca juga:   Joel Vinicus Tamat, Eks Ajax Segera Merapat

Meskipun ada banyak ketertarikan di masyarakat, Thomas menegaskan bahwa Asteroid 2024 PT5 tidak dapat diamati dengan mata telanjang karena ukurannya yang terlalu kecil dan redup.

“Kita memerlukan teleskop yang cukup besar untuk melihat asteroid ini. Observatorium dengan teleskop canggih di dunia sudah bersiap untuk mengamati pergerakan asteroid ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Thomas menyarankan masyarakat untuk tidak khawatir mengenai fenomena ini. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: bulan kembarfenomena bulan kembar


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Dua anak harimau benggala lahir di Bandung Zoo. Kabar gembira ini jadi tantangan baru konservasi satwa langka di tengah sorotan publik. (Ist)
HEADLINE

Janji Palsu Penyelamatan Satwa: Kementerian Kehutanan dan Pemkot Bandung Melanggar Komitmen Pembayaran Pakan Satwa Bandung Zoo

2 Februari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Kesepahaman antara manajemen Kebun Binatang Bandung dengan pemerintah mengenai pembayaran pakan ratusan satwa ternyata tidak...

Casemiro bersinar di laga Man Utd vs Fulham. (AP Photo/Dave Thompson)

Magis Michael Carrick Berlanjut: Benjamin Sesko Pastikan Kemenangan Dramatis Manchester United atas Fulham Skor 3-2

2 Februari 2026
Foto: REUTERS/Ana Beltran

Eksekusi Penalti Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Tundukkan Rayo Vallecano Skor 2-1 Di Bernabeu

2 Februari 2026
Foto: AFP/PIERO CRUCIATTI

Insiden Flare Di Giovanni Zini: Emil Audero Tetap Tegar Meski Terkena Lemparan Flare saat Laga Melawan Inter Milan

2 Februari 2026
natrium mi instan

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Natrium Tinggi pada Mi Instan

2 Februari 2026

Highlights

Insiden Flare Di Giovanni Zini: Emil Audero Tetap Tegar Meski Terkena Lemparan Flare saat Laga Melawan Inter Milan

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Natrium Tinggi pada Mi Instan

Dinkes KBB Siapkan Vaksin Tetanus untuk Relawan Longsor Cisarua

Peneliti ITB: Mikroalga Berpotensi Jadi Solusi Mitigasi Perubahan Iklim

BMKG: Cuaca Berawan hingga Hujan Ringan Dominasi Indonesia Hari Ini

BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.