KAB BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengimbau masyarakat di 31 kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung.
Sebagai langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Bandung, dan juga kepada masyarakat, sebagai dasar dalam melakukan antisipasi dini terhadap potensi bencana.
“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada mengingat cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir bulan Januari ini,” ujar Bupati Bandung dalam keterangan resmi yang disampaikan Kamis (29/1/2025).
Prediksi Cuaca Ekstrem dari BMKG
Menurut informasi dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, lanjut Kang DS—sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna—wilayah Kabupaten Bandung diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, mulai dari kategori sedang hingga sangat lebat.
Periode cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung sejak 23 Januari hingga awal Februari mendatang. Bahkan, BMKG menyebutkan bahwa curah hujan tinggi tersebut berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang.
Bupati Bedas menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem saat ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, di antaranya fenomena La Nina lemah, meningkatnya aktivitas gelombang atmosfer, serta suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah sekitar Jawa Barat.
Kombinasi faktor tersebut secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi di Kabupaten Bandung.
Imbauan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Oleh karena itu, Pemkab Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
“Kami kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. Terutama banjir, longsor, dan angin kencang,” tutur Kang DS.
“Masyarakat diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Namun tetap waspada serta senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG,” tambahnya.
Selain itu, melalui surat edaran yang telah diterbitkan, pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan juga diminta untuk melakukan pemantauan secara berkala. Di wilayah masing-masing dan segera berkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. (ctk)












