CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 5 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Penyelidikan UEFA: Gianluca Prestianni Akui Hinaan Homofobik terhadap Vinicius Junior dalam Laga Liga Champions

pri
21 Februari 2026
Vinicius (kiri) dan Prestianni terlibat friksi di tengah laga Benfica vs Madrid. Foto: Getty Images/Gualter Fatia

Vinicius (kiri) dan Prestianni terlibat friksi di tengah laga Benfica vs Madrid. Foto: Getty Images/Gualter Fatia

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Sepak bola Eropa kembali diguncang oleh isu diskriminasi setelah gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, dilaporkan melakukan pelecehan terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.

Insiden ini terjadi dalam pertandingan sengit Liga Champions yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Pertandingan tersebut bahkan sempat terhenti selama 10 menit setelah Vinicius melaporkan tindakan rasisme kepada wasit Francois Letexier.

Klarifikasi Gianluca Prestianni: “Maricon”, Bukan “Mono”

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh UEFA, Gianluca Prestianni memberikan pengakuan yang mengejutkan terkait kata-kata yang ia ucapkan kepada bintang asal Brasil tersebut.

Pemain asal Argentina ini mengakui bahwa dirinya memang melontarkan hinaan, namun ia membantah telah melakukan pelecehan rasial.

Prestianni mengklaim bahwa ia memanggil Vinicius dengan sebutan “maricon” (bahasa Spanyol untuk homo), bukan “mono” (monyet) seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Tindakan Prestianni yang menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara sempat menyulitkan pembacaan gerak bibir secara visual.

Baca juga:   Pelatih Baru Napoli Francesco Calzona Sesumbar Timnya Tidak Takut Menghadapi Barcelona

Meski begitu, Vinicius Junior segera bereaksi keras dan melaporkan kejadian tersebut tak lama setelah mendengar ucapan Prestianni di lapangan.

Laporan dari ESPN mengonfirmasi bahwa bukti pengakuan Prestianni ini telah diserahkan kepada tim disiplin UEFA sebagai bagian dari pembelaannya.

Kesaksian Mbappe dan Bukti Tambahan Real Madrid

Di sisi lain, Real Madrid bertindak cepat untuk melindungi pemainnya dengan mengirimkan berkas berisi seluruh bukti yang tersedia kepada badan sepak bola tertinggi di Eropa tersebut.

Penyelidikan ini juga didukung oleh kesaksian rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, yang berada di dekat lokasi kejadian.

Mbappe secara tegas menyatakan bahwa ia mendengar Prestianni melontarkan hinaan tersebut berulang kali.

Mbappe mengklaim telah mendengar ejekan rasis dari mulut Prestianni sebanyak lima kali sepanjang pertandingan berlangsung.

Selain dirinya, Mbappe juga menyebutkan bahwa ada beberapa pemain Benfica lainnya yang turut mendengar ucapan tersebut, yang berpotensi menjadi saksi kunci dalam penyelidikan ini.

“Saya mendengarnya. Ada beberapa pemain Benfica yang juga mendengarnya,” tegas Mbappe.

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut bukanlah sebuah kesalahpahaman belaka.

Baca juga:   Timnas U22 Indonesia Gagal Lolos Semifinal SEA Games 2025

Aturan Disiplin UEFA Pasal 14: Ancaman Hukuman Berat

Meskipun Prestianni mencoba berargumen bahwa ia melakukan penghinaan berdasarkan orientasi seksual dan bukan ras, hal tersebut tidak secara otomatis meringankan beban hukumnya di mata UEFA.

Berdasarkan Pasal 14 aturan disiplin UEFA, penghinaan terhadap martabat seseorang baik itu berdasarkan ras maupun orientasi seksual dikategorikan dalam area pelanggaran yang serupa.

“Setiap entitas atau orang yang tunduk pada aturan ini yang menghina martabat seseorang atau sekelompok orang dengan alasan apa pun, termasuk warna kulit, ras, agama, asal etnis, jenis kelamin, atau orientasi seksual, akan dikenakan skorsing minimal sepuluh laga atau jangka waktu tertentu, atau sanksi lain yang sesuai,” demikian bunyi peraturan tersebut.

Pasal tersebut secara jelas menyatakan bahwa siapa pun yang menghina martabat seseorang atau sekelompok orang karena alasan warna kulit, ras, agama, asal etnis, jenis kelamin, hingga orientasi seksual akan menghadapi sanksi berat.

Baca juga:   Lini Serang Real Madrid: Dulu Trio BBC, kini Menjadi VMR

Jika pengakuan Prestianni tentang penggunaan kata “maricon” dinyatakan benar, hukuman yang diterima kemungkinan besar tidak akan berbeda jauh dengan hukuman rasisme.

Sesuai regulasi, pelanggar terancam hukuman skorsing minimal sepuluh pertandingan atau jangka waktu tertentu yang sesuai dengan kebijakan UEFA.

Dampak bagi Karier Gianluca Prestianni dan Citra Benfica

Kasus ini menempatkan karier Gianluca Prestianni di ujung tanduk.

Durasi skorsing yang panjang dapat membuatnya absen di sisa kompetisi musim ini.

Penyelidikan yang dilakukan UEFA diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum dan menjaga integritas kompetisi Liga Champions dari segala bentuk diskriminasi.

Hingga saat ini, publik masih menunggu putusan final dari UEFA.

Apakah bukti-bukti yang diajukan Real Madrid mampu membuktikan adanya motif rasisme yang lebih luas.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BenficaGianluca PrestianniGianluca Prestianni hinaan mariconHomofobiaKasus rasisme Liga Champions 2026Kylian Mbappe saksi rasismeliga championsPenyelidikan UEFA Prestianni Vinicius JuniorRasismeReal MadridSanksi Pasal 14 UEFAUEFAVinicius Junior


Related Posts

Bek MU Harry Maguire. (Foto: CameraSport via Getty Images/Shaun Brooks - CameraSport)
HEADLINE

Aksi Heroik “Kepala Beton” Harry Maguire Selamatkan Gawang Manchester United, Setan Merah Kunci Tiket Liga Champions!

4 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)
HEADLINE

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026
Pelatih Benfica Jose Mourinho. (Foto: REUTERS/Pedro Nunes)
HEADLINE

Enggan Balik Kucing, Jose Mourinho Beri Jawaban Menohok Soal Rumor Melatih Real Madrid

1 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

avatar whatsapp
HEADLINE

Fitur Avatar WhatsApp Mulai Dihapus Bertahap untuk Semua Pengguna

5 Mei 2026

WWW.PASJABAR.COM - WhatsApp, aplikasi pesan instan milik Meta, mulai menghentikan fitur avatar bagi pengguna Android dan iOS....

Bayern vs PSG Champions 2026

Bayern vs PSG Membara! Rekor Gol Liga Champions Barcelona Terancam Tumbang

5 Mei 2026
Xiaomi Mix

Rumor Xiaomi Mix 5 Meredup, Fokus Bergeser ke Xiaomi 18

5 Mei 2026
arsenal vs atletico madrid

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

5 Mei 2026
Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026

Highlights

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

Ahli Sebut Faktor Tersembunyi yang Tingkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

POCO C81 Pro Resmi Meluncur di Indonesia Mulai Rp1,6 Jutaan

Beckham Putra Ungkap Krusialnya Kemenangan atas PSIM

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.