CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Penyelidikan UEFA: Gianluca Prestianni Akui Hinaan Homofobik terhadap Vinicius Junior dalam Laga Liga Champions

pri
21 Februari 2026
Vinicius (kiri) dan Prestianni terlibat friksi di tengah laga Benfica vs Madrid. Foto: Getty Images/Gualter Fatia

Vinicius (kiri) dan Prestianni terlibat friksi di tengah laga Benfica vs Madrid. Foto: Getty Images/Gualter Fatia

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Sepak bola Eropa kembali diguncang oleh isu diskriminasi setelah gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, dilaporkan melakukan pelecehan terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.

Insiden ini terjadi dalam pertandingan sengit Liga Champions yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Pertandingan tersebut bahkan sempat terhenti selama 10 menit setelah Vinicius melaporkan tindakan rasisme kepada wasit Francois Letexier.

Klarifikasi Gianluca Prestianni: “Maricon”, Bukan “Mono”

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh UEFA, Gianluca Prestianni memberikan pengakuan yang mengejutkan terkait kata-kata yang ia ucapkan kepada bintang asal Brasil tersebut.

Pemain asal Argentina ini mengakui bahwa dirinya memang melontarkan hinaan, namun ia membantah telah melakukan pelecehan rasial.

Prestianni mengklaim bahwa ia memanggil Vinicius dengan sebutan “maricon” (bahasa Spanyol untuk homo), bukan “mono” (monyet) seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Tindakan Prestianni yang menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara sempat menyulitkan pembacaan gerak bibir secara visual.

Baca juga:   Pastv Wilujeung Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-106

Meski begitu, Vinicius Junior segera bereaksi keras dan melaporkan kejadian tersebut tak lama setelah mendengar ucapan Prestianni di lapangan.

Laporan dari ESPN mengonfirmasi bahwa bukti pengakuan Prestianni ini telah diserahkan kepada tim disiplin UEFA sebagai bagian dari pembelaannya.

Kesaksian Mbappe dan Bukti Tambahan Real Madrid

Di sisi lain, Real Madrid bertindak cepat untuk melindungi pemainnya dengan mengirimkan berkas berisi seluruh bukti yang tersedia kepada badan sepak bola tertinggi di Eropa tersebut.

Penyelidikan ini juga didukung oleh kesaksian rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, yang berada di dekat lokasi kejadian.

Mbappe secara tegas menyatakan bahwa ia mendengar Prestianni melontarkan hinaan tersebut berulang kali.

Mbappe mengklaim telah mendengar ejekan rasis dari mulut Prestianni sebanyak lima kali sepanjang pertandingan berlangsung.

Selain dirinya, Mbappe juga menyebutkan bahwa ada beberapa pemain Benfica lainnya yang turut mendengar ucapan tersebut, yang berpotensi menjadi saksi kunci dalam penyelidikan ini.

“Saya mendengarnya. Ada beberapa pemain Benfica yang juga mendengarnya,” tegas Mbappe.

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut bukanlah sebuah kesalahpahaman belaka.

Baca juga:   Jelang Pertandingan Sengit, Ini 4 Fakta Persib dan Persija Musim Ini

Aturan Disiplin UEFA Pasal 14: Ancaman Hukuman Berat

Meskipun Prestianni mencoba berargumen bahwa ia melakukan penghinaan berdasarkan orientasi seksual dan bukan ras, hal tersebut tidak secara otomatis meringankan beban hukumnya di mata UEFA.

Berdasarkan Pasal 14 aturan disiplin UEFA, penghinaan terhadap martabat seseorang baik itu berdasarkan ras maupun orientasi seksual dikategorikan dalam area pelanggaran yang serupa.

“Setiap entitas atau orang yang tunduk pada aturan ini yang menghina martabat seseorang atau sekelompok orang dengan alasan apa pun, termasuk warna kulit, ras, agama, asal etnis, jenis kelamin, atau orientasi seksual, akan dikenakan skorsing minimal sepuluh laga atau jangka waktu tertentu, atau sanksi lain yang sesuai,” demikian bunyi peraturan tersebut.

Pasal tersebut secara jelas menyatakan bahwa siapa pun yang menghina martabat seseorang atau sekelompok orang karena alasan warna kulit, ras, agama, asal etnis, jenis kelamin, hingga orientasi seksual akan menghadapi sanksi berat.

Baca juga:   Real Madrid Dikalahkan Barcelona di Kandang Sendiri

Jika pengakuan Prestianni tentang penggunaan kata “maricon” dinyatakan benar, hukuman yang diterima kemungkinan besar tidak akan berbeda jauh dengan hukuman rasisme.

Sesuai regulasi, pelanggar terancam hukuman skorsing minimal sepuluh pertandingan atau jangka waktu tertentu yang sesuai dengan kebijakan UEFA.

Dampak bagi Karier Gianluca Prestianni dan Citra Benfica

Kasus ini menempatkan karier Gianluca Prestianni di ujung tanduk.

Durasi skorsing yang panjang dapat membuatnya absen di sisa kompetisi musim ini.

Penyelidikan yang dilakukan UEFA diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum dan menjaga integritas kompetisi Liga Champions dari segala bentuk diskriminasi.

Hingga saat ini, publik masih menunggu putusan final dari UEFA.

Apakah bukti-bukti yang diajukan Real Madrid mampu membuktikan adanya motif rasisme yang lebih luas.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BenficaGianluca PrestianniGianluca Prestianni hinaan mariconHomofobiaKasus rasisme Liga Champions 2026Kylian Mbappe saksi rasismeliga championsPenyelidikan UEFA Prestianni Vinicius JuniorRasismeReal MadridSanksi Pasal 14 UEFAUEFAVinicius Junior


Related Posts

Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)
HEADLINE

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
arsenal lolos semifinal champions
PASOLAHRAGA

Arsenal Lolos Semifinal Champions Usai Tahan Sporting CP

16 April 2026
Bayern München vs Real Madrid
HEADLINE

Drama 7 Gol! Bayern München Singkirkan Real Madrid

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka atas runtuhnya nilai-nilai sportivitas di level pembinaan. Sosok Fadly...

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

20 April 2026
Laga Dewa United vs Persib Bandung. (Foto: Official Persib)

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

20 April 2026
Tendangan Fadly Alberto ke pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

20 April 2026
unpad

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

Highlights

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.