CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 6 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

pri
27 Januari 2026
Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

Filosofi Tri Tangtu di Buana. (generate by GeminiAI)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Tri Tangtu di Buana merupakan sebuah konsep filosofis masyarakat Sunda yang menjadi landasan utama dalam mengatur tatanan kehidupan manusia.

Konsep ini secara etimologis memiliki arti tiga ketentuan pasti di dunia yang harus dijalankan demi terciptanya sebuah keharmonisan hidup.

Masyarakat Sunda kuno meyakini bahwa keseimbangan alam semesta hanya dapat terwujud apabila tiga unsur utama kehidupan saling bersinergi bersama.

Ketiga unsur tersebut terdiri dari hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alam.

Penerapan ajaran Tri Tangtu di Buana mencakup berbagai aspek mulai dari kepemimpinan sosial hingga tata kelola lingkungan hidup masyarakat.

Landasan Naskah Kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Sumber tertulis utama mengenai konsep Tri Tangtu di Buana dapat ditemukan secara jelas dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Naskah yang ditulis pada tahun 1518 ini menjelaskan peran penting tiga pemimpin utama dalam struktur sosial masyarakat Sunda kuno.

Tiga pemimpin tersebut dikenal dengan sebutan Rama serta Resi dan Prabu yang masing-masing memiliki fungsi tugas sangat berbeda namun.

Baca juga:   Dorong Efisiensi Energi, Pemkot Bandung Berlakukan Kebijakan WFH Setiap Jumat bagi ASN

Rama berperan sebagai pendidik masyarakat sementara Resi bertugas menjaga hukum agama dan Prabu bertindak sebagai pemimpin eksekutif dalam pemerintahan.

Sinergi antara Rama serta Resi dan Prabu merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kemakmuran dan kedamaian di dalam sebuah wilayah.

Implementasi Konsep Tri Tangtu Dalam Struktur Pemerintahan

Dalam konteks pemerintahan konsep Tri Tangtu di Buana membagi kekuasaan menjadi tiga bagian yang saling melengkapi satu sama lainnya.

Unsur pertama adalah kepemimpinan rakyat yang diwakili oleh sosok Rama sebagai pemegang kedaulatan moral paling tinggi di dalam masyarakat.

Unsur kedua adalah kepemimpinan spiritual yang dipegang oleh Resi guna memastikan setiap tindakan manusia sesuai dengan ajaran hukum Tuhan.

Unsur ketiga adalah kepemimpinan politik yang dijalankan oleh Prabu untuk mengatur urusan duniawi serta menjaga keamanan seluruh warga negara.

Pembagian tugas ini bertujuan untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh satu pihak dalam menjalankan roda pemerintahan di tanah Pasundan.

Baca juga:   Dedi Mulyadi Tinjau Langsung Lokasi Longsor Pasirlangu Dan Evakuasi 3 Jenazah Korban Di Tengah Timbunan Material

Keseimbangan Ekologi Dan Hubungan Manusia Dengan Alam

Tri Tangtu di Buana juga mengatur bagaimana manusia harus bersikap terhadap alam sekitar guna menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Masyarakat Sunda kuno diajarkan untuk menghormati hutan serta gunung dan sumber air sebagai bagian dari tatanan kosmos yang suci.

Kerusakan pada salah satu unsur alam dianggap akan membawa malapetaka besar bagi kehidupan manusia karena memutus tali keseimbangan jagat.

Nilai kearifan lokal ini tercermin dalam sistem hutan larangan serta hutan titipan yang masih dipertahankan oleh masyarakat adat tertentu.

Harmoni antara mikrokosmos dan makrokosmos menjadi inti sari dari seluruh rangkaian ajaran Tri Tangtu di Buana yang sangat luhur.

Relevansi Ajaran Tri Tangtu Dalam Kehidupan Modern

Meskipun berasal dari zaman dahulu ajaran Tri Tangtu di Buana masih memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi tantangan.

Konsep kepemimpinan yang berintegritas serta berlandaskan nilai spiritual sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tatanan sosial yang mulai mengalami degradasi saat.

Baca juga:   Pasundan Berdiskusi Jilid IX : Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara, Perlukah?"

Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan pesan moral utama yang harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mempelajari naskah kuno seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian membantu kita memahami jati diri bangsa yang kaya akan nilai kearifan.

Tri Tangtu di Buana adalah warisan intelektual yang harus kita jaga demi mewujudkan masa depan dunia yang jauh lebih baik.

Daftar Sumber Teks Tertulis:

  • Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518): Merupakan sumber primer yang menjelaskan pembagian peran Rama, Resi, dan Prabu dalam masyarakat.

  • Naskah Carita Parahyangan: Menyebutkan implementasi tatanan sosial dan politik pada masa kerajaan-kerajaan Sunda berdasarkan prinsip keseimbangan tiga unsur.

  • Naskah Amanat Galunggung (Kropak 632): Berisi wejangan mengenai pentingnya menjaga aturan hidup (tangtu) agar jati diri bangsa tidak hilang ditelan zaman.

  • Buku “Manusia Sunda” karya Ajip Rosidi: Memberikan analisis mendalam tentang bagaimana konsep Tri Tangtu memengaruhi pola pikir dan perilaku orang Sunda.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budaya sundaFilosofiFilosofi Hidup Masyarakat Sundajawa baratKearifan Lokal Jawa BaratKonsep Tri Tangtu di Buana SundaNaskah KunoRama Resi Prabu SundaSanghyang Siksa Kandang Karesiansejarah SundaTri Tangtu di Buana


Related Posts

Sebuah pohon Kiara Payung tumbang di Jalan Encep Kartawiria, Cimahi, menimpa gerobak pedagang dan melukai 11 orang, termasuk siswa sekolah dasar. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

4 Mei 2026
Viral video seorang anak disabilitas di Bandung Barat memiliki kebiasaan memakan rumput sejak usia 4 tahun. Bupati Jeje Ritchie Ismail turun tangan berikan bantuan. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Viral Bocah di Bandung Barat Gemar Makan Rumput, Bupati Jeje Ritchie Ismail Instruksikan Penanganan Intensif

30 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Borneo FC sukses menyamai poin Persib Bandung di puncak klasemen Super League usai mengalahkan Persita 2-0. Persaingan gelar juara menyisakan tiga laga final. (instagram/@borneofc.id)
HEADLINE

Klasemen Memanas! Borneo FC Tekuk Persita, Poin Kini Sama dengan Persib Bandung

5 Mei 2026

SAMARINDA, WWW.PASJABAR.COM – Peta persaingan dalam merengkuh takhta juara Super League 2025/2026 kembali memanas. Hal ini dipicu...

PTDI resmi teken kontrak jual beli 4 unit pesawat N219 konfigurasi kargo dengan PT MAP. (PT Dirgantara Indonesia )

Dukung Logistik Wilayah Perintis, PTDI Teken Kontrak 4 Unit Pesawat N219 Kargo

5 Mei 2026
Diego Simeone. (Getty Images)

Bantah Isu Takhayul, Diego Simeone Ungkap Alasan Praktis Pindah Hotel Jelang Hadapi Arsenal

5 Mei 2026
Beckham Putra. (Foto: Official Persib)

Beckham Putra Nugraha Bidik Selebrasi Kemenangan di SUGBK Saat Persib Tantang Persija

5 Mei 2026
Persija tidak bisa diperkuat Mauro Zijlstra (kiri) saat menjamu Persib di Jakarta. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Derbi Indonesia: Daftar Pemain Absen dan Kabar Skuad Persija Jakarta vs Persib Bandung

5 Mei 2026

Highlights

Beckham Putra Nugraha Bidik Selebrasi Kemenangan di SUGBK Saat Persib Tantang Persija

Derbi Indonesia: Daftar Pemain Absen dan Kabar Skuad Persija Jakarta vs Persib Bandung

Fitur Avatar WhatsApp Mulai Dihapus Bertahap untuk Semua Pengguna

Bayern vs PSG Membara! Rekor Gol Liga Champions Barcelona Terancam Tumbang

Rumor Xiaomi Mix 5 Meredup, Fokus Bergeser ke Xiaomi 18

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.