CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 23 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Ketum PB Paguyuban Pasundan: Empat Krisis Ancam Masyarakat Sunda

Hanna Hanifah
12 April 2025
Paguyuban Pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menyoroti empat krisis utama yang saat ini dihadapi masyarakat Sunda. (foto; pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menyoroti empat krisis utama yang saat ini dihadapi masyarakat Sunda, yaitu krisis bahasa, simbol, kepemimpinan informal, dan kesadaran terhadap budaya.

Hal ini disampaikannya dalam acara Silaturahmi Ba’da Idulfitri 1446 Hijriah Keluarga Besar Paguyuban Pasundan yang digelar secara hybrid di Aula Mandalasaba dr. Djoendjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung, Sabtu (12/4/2025).

“Pertama, krisis penggunaan bahasa Sunda. Padahal bahasa adalah identitas. Kedua, krisis simbol kesundaan. Karena itu, kita akan membangun pusat budaya Sunda. Ketiga, krisis kepemimpinan informal. Ini penting untuk pendekatan sosial. Krisis keempat, adalah kesadaran terhadap budaya,” ungkap Prof. Didi.

Baca juga:   John Herdman Calon Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Sudah Wawancara

Ia menekankan pentingnya penyelamatan bahasa Sunda yang kini mulai terpinggirkan, khususnya di perkotaan seperti Bandung.

Berdasarkan kajian, budaya dominan Sunda yang kuat pada tahun 1960-an, sudah mulai hilang pada dekade 1990-an.

“Bahasa menjadi masalah untuk entitas suatu bangsa dan juga menyangkut etika. Kehadiran Pak Gubernur Jawa Barat akan memberi motivasi agar masyarakat lebih sadar terhadap budayanya,” ujarnya.

Baca juga:   Piala Eropa 2024: Gakpo dan Donyell Malen Antarkan Belanda Lolos Perempat Final

Dalam kesempatan itu, Prof. Didi juga menyampaikan rencana pembangunan pusat budaya Sunda di kawasan Majalengka, dekat Bandara Kertajati. Yang akan dibangun di atas lahan seluas hampir 50 hektare sebagai upaya pelestarian simbol kesundaan.

Ia juga menyoroti ketiadaan figur kepemimpinan informal di tengah masyarakat saat ini. Yang menurutnya penting dalam membina kedekatan sosial dan memberi arah.

Baca juga:   Prof Didi : Menteri yang Berasal Dari Jabar Harus Buktikan Mampu Bekerja

Khususnya di tengah maraknya tontonan tak mendidik yang mengkhawatirkan perkembangan moral generasi muda.

“Ini sangat berbahaya untuk generasi muda. Salah satu solusi yang bisa kita ambil adalah melalui pendekatan budaya lokal, serta pendidikan budaya, akhlak, dan moral dalam sistem pendidikan kita,” tegasnya.

Prof. Didi meyakini, Paguyuban Pasundan memiliki potensi besar untuk mengatasi krisis tersebut.

Ia mengingatkan bahwa Paguyuban Pasundan memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa. Dan telah melahirkan banyak pemimpin serta tokoh masyarakat Indonesia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budaya sundakrisis budayapaguyuban pasundan


Related Posts

baznas jawa barat
HEADLINE

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

8 Januari 2026
Pelantikan YPT dan YPDM Pasundan
HEADLINE

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Lantik Pengurus YPDM dan YPT Pasundan Periode 2025–2030

6 Januari 2026
tabur Bunga Oto Iskandar Dinata
HEADLINE

PB Paguyuban Pasundan Tabur Bunga di Monumen Oto Iskandar Dinata

20 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Hujan deras dan angin kencang menyebabkan pohon trembesi tumbang di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, menimpa 3 mobil. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Cuaca Ekstrem Terjang Bandung Barat: Pohon Trembesi Tumbang Timpa Tiga Kendaraan di Kota Baru Parahyangan

23 Januari 2026

PADALARANG, WWW.PASJABAR.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perumahan elit Kota Baru Parahyangan, Kabupaten...

Siklon Tropis 91S

BMKG Ungkap Enam Faktor Pembentuk Bibit Siklon Tropis 91S

23 Januari 2026
Nominasi Oscar 2026

Nominasi Oscar 2026 Diumumkan, Sinners Pecahkan Rekor 16 Nominasi

23 Januari 2026
Kuliah umum kedokteran

FK Unpas Gelar Kuliah Umum Keislaman, Ustadz Abdul Somad Tekankan Pentingnya Karakter Islami Dokter

23 Januari 2026
nisfu syaban 2026

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal dan Keutamaannya

23 Januari 2026

Highlights

FK Unpas Gelar Kuliah Umum Keislaman, Ustadz Abdul Somad Tekankan Pentingnya Karakter Islami Dokter

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal dan Keutamaannya

Hari Ketujuh SAR, Total 10 Paket Korban Pesawat IAT Ditemukan

Unpas dan USI Teken MoU Perkuat Kolaborasi Tri Dharma

Pascamusibah Roboh, SMP Pasundan 2 Bandung Kini Lebih Nyaman

Duel Merah Putih di Perempat Final Indonesia Masters 2026

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.