BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali diperluas. Memasuki hari ke-10 pascabencana, Tim SAR Gabungan meningkatkan intensitas pencarian dengan membuka sektor baru dan memaksimalkan penggunaan alat berat, drone, serta anjing pelacak K9.
Perluasan area pencarian dilakukan pada Senin (2/2/2026) pagi dengan membuka worksite baru di sektor A3. Langkah ini diambil menyusul masih adanya korban yang diduga tertimbun material longsoran. Tim SAR juga menyesuaikan metode pencarian mengingat kondisi korban yang sudah tidak lagi utuh akibat lamanya proses evakuasi.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi total 74 kantong jenazah dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, 57 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI), sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Alat Berat dan K9 Dimaksimalkan
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa penggunaan alat berat kini menjadi fokus utama dalam setiap sektor pencarian. Menurutnya, kondisi korban yang telah mengalami pembusukan memerlukan metode pencarian yang lebih teknis dan terukur.
“Untuk proses pencarian saat ini dan ke depan, kami lebih menekankan penggunaan alat berat di setiap sektor. Anjing pelacak K9 juga terus kami maksimalkan karena sangat membantu menentukan titik keberadaan jenazah,” ujar Ade Dian.
Pada operasi pencarian hari Minggu (1/2/2026), tim berhasil menemukan empat body pack, masing-masing dua di sektor A2 dan dua di sektor A3. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perluasan area pencarian memberikan hasil positif.
Dari sisi kondisi lapangan, cuaca relatif kondusif meskipun sempat turun hujan ringan dengan durasi singkat. Kondisi tersebut tidak menghambat jalannya operasi pencarian yang tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel.
Ade Dian menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian hingga seluruh korban longsor cisarua ditemukan.
“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar,” pungkasnya. (uby)












