STRASBOURG, WWW.PASJABAR.COM – Malam yang seharusnya menjadi sejarah bagi 1. FSV Mainz 05 di kompetisi Eropa justru berakhir menjadi mimpi buruk yang memilukan. Tim berjuluk Die Nullfünfer tersebut tidak hanya harus tersingkir dari ajang Liga Konferensi UEFA 2025/2026 setelah kalah telak 0-4 dari Racing Strasbourg, tetapi juga menutup laga dengan insiden kericuhan yang melibatkan para pemain.
Datang ke Prancis dengan modal kemenangan menjanjikan 2-0 di leg pertama, Mainz 05 seolah kehilangan taringnya. Keunggulan agregat mereka langsung sirna di babak pertama setelah Sebastian Nanasi (26′) dan Abdoul Ouattara (35′) mencetak gol cepat untuk Strasbourg. Di babak kedua, Julio Enciso (69′) dan Emmanuel Emegha (74′) menyempurnakan penderitaan Mainz sekaligus memastikan tiket semifinal bagi tim tuan rumah.
Provokasi Martial Godo dan Reaksi Nadiem Amiri
Ketegangan memuncak segera setelah peluit akhir dibunyikan oleh wasit Joao Pinheiro. Penyerang Strasbourg, Martial Godo, memicu amarah kubu tamu dengan berlari ke arah tribun suporter Mainz dan menggantungkan jerseynya di tiang bendera sudut sebagai bentuk selebrasi provokatif.
Gelandang Mainz, Nadiem Amiri, yang merasa harga diri timnya dilecehkan, langsung mengejar Godo. Dalam emosi yang meluap, Amiri mendorong pemain asal Pantai Gading itu hingga terjatuh saat sedang berlari kencang. Situasi semakin memanas ketika penyerang Phillip Tietz ikut terlibat dalam adu mulut dengan Godo.
Kerumunan pemain dan staf dari kedua tim tak terhindarkan, hingga petugas keamanan harus turun tangan untuk meredakan keributan. Akibat insiden ini, wasit Joao Pinheiro memberikan kartu merah langsung kepada Nadiem Amiri atas tindakan fisiknya, sementara Godo hanya mendapatkan peringatan kuning atas provokasinya.
Komentar Pedas dari Kedua Kubu
Penyerang Strasbourg, Emmanuel Emegha, menyebut tindakan timnya adalah balasan atas apa yang terjadi di leg pertama.
“Minggu lalu mereka tidak menghormati kami, kami tetap tenang. Kami membalasnya di lapangan,” tegasnya kepada Canal+.
Di sisi lain, Direktur Olahraga Mainz, Christian Heidel, mencoba mendinginkan suasana meski ia menyayangkan reaksi emosional pemainnya.
“Ada keributan dan Nadiem kemudian menyentuh lawannya. Wasit melihatnya. Sebenarnya semua itu tidak perlu, tapi ini bukan drama besar, hanya perilaku kekanak-kanakan,” ujar Heidel.
Evaluasi Urs Fischer
Pelatih Mainz, Urs Fischer, meminta anak asuhnya untuk lebih dewasa dalam menghadapi tekanan dan provokasi di masa depan. Fischer menekankan pentingnya sportivitas meski dalam kondisi kalah telak.
“Jika kalah 0-4, maka kita harus memberi selamat kepada lawan dan tidak terpancing provokasi. Saya paham adanya emosi dan kekecewaan, tapi kami harus lebih tenang,” ujar pelatih asal Swiss tersebut dalam konferensi pers usai laga.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Mainz, mengingat mereka tampil sangat dominan di leg pertama. Tanpa penampilan gemilang kiper Daniel Batz, yang bahkan sempat menepis tendangan penalti Emegha pada menit ke-66, Mainz mungkin akan pulang dengan skor yang lebih memalukan.












