CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Cerita Erick Rayakan Imlek di Tengah Pandemi

Yatti Chahyati
12 Februari 2021
Cerita Erick Rayakan Imlek di Tengah Pandemi

Erick Darmadjaya. (ors/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Imlek tahun ini terpaksa dirayakan dengan cara berbeda karena berada di tengah pandemi COVID-19. Ada hal-hal yang hilang dibanding perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya.

Erick Darmadjaya, warga keturunan Tionghoa, mengatakan perbedaan yang ada cukup terasa. Sebab, tak ada kemeriahan seperti yang tersaji seperti sebelum-sebelumnya.

Salah satunya adalah tradisi seperti atraksi barongsai yang kerap hadir di berbagai titik saat perayaan Imlek. Sehingga, terasa seperti ‘ada yang hilang’ tahun ini.

Baca juga:   Luis Milla dan El Classico Pertamanya di Indonesia

Keluarganya pun lebih banyak yang memilih beribadah di rumah saat Imlek daripada datang ke vihara atau kelenteng. Ini jadi hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Selain itu, kegiatan kumpul dengan keluarga besar juga tak bisa dilakukan. Sebab, setiap orang juga saling menjaga agar menghindari kerumunan demi meminimalisir potensi penularan dan penyebaran COVID-19.

Baca juga:   Waspada! COVID-19 Varian Delta Sudah Masuk Jabar

“Biasanya momen kumpul keluarga itu sore atau malam. Tapi sekarang enggak bisa dilakukan,” kata Erick di Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, Jumat (12/2/2021).

Solusinya, ia memaksimalkan teknologi untuk menyiasati kegiatan kumpul keluarga yang jadi rutinitasnya saat Imlek. Setidaknya, melalui video call, ia bisa bertatap muka dengan keluarga besarnya.

“Adanya teknologi memang cukup membantu. Tapi, memang enggak bisa disamakan karena rasanya beda antara bertemu langsung dan menggunakan teknologi,” ungkap anggota Komisi A DPRD Kota Bandung tersebut.

Baca juga:   Usai Pandemi Berakhir, Begini Kelanjutan Protokol Kesehatan Global

Namun, hal itu mau tak mau memang harus diterima. Ia pun memaklumi kondisi yang ada saat ini. Sebab, menjaga kesehatan dan keselamatan bersama jauh lebih penting meski sedang merayakan Imlek.

“Memang ada perbedaan dibanding sebelum-sebelumnya. Tapi, ya dijalani saja,” ucap Erick. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19imlek


Related Posts

Vihara Dharma Ramsi Bandung
HEADLINE

Jelang Imlek, Vihara Dharma Ramsi Bandung Kebanjiran Pesanan Lilin

4 Februari 2026
COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.