CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASHIBURAN

Pentingnya Event Sport Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Tiwi Kasavela
9 Juli 2021
Pentingnya Event Sport Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Pentingnya Event Sport Tourism Berbasis Kearifan Lokal. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pemuda Indonesia untuk menghadirkan kegiatan (events) wisata olahraga atau sport tourism yang berbasis kearifan lokal.

Sehingga tidak hanya mampu menarik wisatawan dengan destinasinya saja, tetapi juga dengan kearifan budaya lokal setempat sehingga mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan keynote speech dalam webinar Pelatihan Pengembangan Pariwisata Olahraga Untuk Pemuda, bertajuk “Membangun Pariwisata Olahraga Di Tengah Pandemi COVID-19”.

Webinar tersebut merupakan inisiasi dari Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemenpora), yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf.

“Seperti diketahui, Indonesia tidak hanya memiliki keindahan dari potensi alam yang unik, tapi juga kaya akan budaya serta tradisi. Untuk itu, teman-teman harus menemukan apa kearifan lokal yang dapat menjadi pembeda di tiap destinasi, yang mampu menjadi pengalaman yang otentik dan unik untuk menarik para wisatawan. Seperti di Nias ada gelaran loncat batu, yang merupakan bentuk perpaduan antara olahraga dan juga budaya,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Dalam webinar tersebut, Menparekraf didampingi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani; Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan, serta Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati.

Baca juga:   Foo Fighters Akan Guncang Jakarta Oktober 2025, Tiket Dijual 26 Mei

Selain itu, turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali, yang diwakili Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta; Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah; CEO Partner Dorna MotoGP Mandalika, Rocky Soerapoetra; dan President Director dan CEO Inspiro Group, Ndang Mawardi.

Menparekraf mengatakan _sport tourism_ merupakan tren pariwisata baru yang memiliki pasar cukup besar. Di Indonesia sendiri pertumbuhannya bisa mencapai hampir Rp18,790 triliun sampai dengan tahun 2024.

Pandemi Mengubah Tren Wisata

Pandemi COVID-19 tentunya turut berperan dalam mengubah tren pariwisata. Karena di era adaptasi kebiasaan baru, wisatawan lebih tertarik untuk mengikuti tur yang skalanya kecil atau smaller in size. Preferensi aktivitasnya pun outdoor, karena didorong dengan meningkatnya kepedulian wisatawan terhadap kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu event olahraga yang sudah melakukan adaptasi di masa pandemi adalah rangkaian kegiatan Indonesia Triathlon Series (ITS). Yaitu Belitung Triathlon 2021 dan Kendari Triathlon 2021.

Selain itu, terdapat beberapa event olahraga yang akan digelar di lima destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba ada Samosir Lake Toba Ultra Marathon. Likupang dengan Manado Ride dan Likupang Virtual Sport Tourism, Borobudur terdapat Jogja Grand Fondo dan Tour de Borobudur, Mandalika ada MotoGP Mandalika dan Ironman 70.3 Lombok. Serta Labuan Bajo dengan Festival Dayung Nusantara dan Labuan Bajo Mini Triathlon.

Baca juga:   Asal Mula Berdirinya Toko Roti Sidodadi di Bandung

Menparekraf mengatakan tentunya pelaksanaan event tersebut akan memperhatikan situasi pandemi COVID-19, jika zona hijau maka bisa dilakukan secara offline. Sementara zona kuning bisa dilakukan secara hybrid dengan membatasi peserta yang hadir secara offline. Dan jika zona merah maka bisa dilakukan secara online.

“Pandemi mengharuskan kita untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Mari kita lakukan pergeseran tren pariwisata yang lebih sadar kesehatan, sehingga protokol kesehatan ini menjadi prioritas utama, dan panduan CHSE dalam wisata olahraga harus kita patuhi secara ketat dan disiplin. Mari bangkit di saat sulit, menang melawan COVID-19. Ayo Kemenpora together we can do it,” kata Menparekraf Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Kemenparekraf sendiri telah menyusun panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) untuk penyelenggaraan event. Dan untuk pelaksanaan beberapa jenis olahraga. Yaitu marathon, pendakian gunung, selam, paralayang, arung jeram, dan golf.

“Ini merupakan bentuk adaptasi dan inovasi kita. Karena penyelenggaraan event merupakan salah satu cara yang efektif untuk mendatangkan wisatawan ke suatu destinasi,” kata Sandiaga.“Dan panduan ini akan kami bagikan kepada organisasi yang ada dalam lingkup pemuda dan olahraga. Kita ingin agar penyelenggaraan event kita selain sehat, tapi juga aman,” lanjutnya.

Baca juga:   Konser F*FOREVER Jakarta Dimajukan, Digelar 29–30 Mei 2026

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan. Saat ini wisata olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat atau lifestyle di masyarakat. Terlebih lagi dengan adanya pandemi COVID-19 membuat aspek kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

“Sehingga, dalam mengembangkan wisata olahraga di daerah, jadikan olahraga tersebut sebagai lifestyle. Hal ini tentu membutuhkan peranan anak-anak muda sebagai inisiator. Karena kalau kita lihat dari sensus penduduk di Indonesia. Yang paling banyak adalah anak-anak muda,” ungkapnya.

Sementara, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. Menuturkan wisata olahraga atau sport tourism memiliki potensi yang sangat besar untuk digaungkan kepada masyarakat luas. Sehingga, nanti outputnya tidak hanya berkenaan dengan olahraga saja, tetapi juga industri pariwisata.

“Penting juga memberdayakan atlet-atlet berprestasi sebagai ikon atau branding untuk mempromosikan pariwisata olahraga, di samping promosi cabang olahraganya,” kata Raden. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Berbasis Kearifan Lokal


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

PSEL
HEADLINE

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama sejumlah bupati dan wali kota di Jawa Barat menandatangani...

peradaban sunda dedi

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

19 April 2026
UIN Bandung

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

19 April 2026
program gentengisasi

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

19 April 2026
underpass pasteur

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

19 April 2026

Highlights

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.