CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 9 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBISNIS

Simak, Ini Kiat Sukses Berbisnis Teknologi Digital di Era Industri 4.0

Tiwi Kasavela
31 Agustus 2021
Simak, Ini Kiat Sukses Berbisnis Teknologi Digital di Era Industri 4.0

Ivan Tigana, CCO Nodeflux. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Perkembangan teknologi digital membuat persaingan bisnis semakin gencar dan memudahkan perusahaan terhubung dengan konsumennya.

Diplomat Success Challenge (DSC) 12, kompetisi wirausaha terdepan di Indonesia yang digelar oleh Wismilak Foundation, kembali menghadirkan webinar bersama MarkPlus Institute dengan tajuk “Leveraging Digital Technologies for Business Starter”.

Menghadirkan pembicara, Rama Mamuaya selaku CEO Daily Social, Ivan Tigana selaku CCO Nodeflux, serta alumni DSC X yaitu Atha Mutiara Laksmi selaku CEO Hear Me.

Ketiganya berbagi insight bagaimana peluang penerapan teknologi digital dan tips mengimplementasikannya untuk para pelaku bisnis pemula maupun bisnis rintisan.

Situasi pandemi memang melahirkan perubahan signifikan khususnya dalam daya adopsi digital, dimana banyak kebiasaan baru bertumpu kepada teknologi digital.

Adopsi teknologi telah mengubah perilaku masyarakat, dari yang sebelumnya offline menjadi online dengan efek yang sangat masif.

Dimana sebanyak 55% masyarakat menghabiskan waktunya dalam sehari secara online. Selain itu hanya di tahun 2020 saja, ada 10 juta penambahan online shopper baru.

Dibandingkan dengan rata-rata tahun sebelumnya, jumlah kenaikan online shopper hanya sekitar 5-6 juta.

Sehingga pentingnya mengembangkan teknologi digital, sekaligus menjadi peluang yang menjanjikan bagi entrepreneur maupun yang ingin memulai bisnis.

Rama Mamuaya, Founder Daily Social, sebuah media yang banyak mengupas bisnis teknologi dan ekosistem startup, menyarankan siapa pun yang berencana memulai bisnis di era sekarang, dituntut lebih inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pelayanan baru dan pengalaman lebih baik bagi pelanggan.

Baca juga:   Warga Antre Beras Murah di Kecamatan Bandung Wetan

Lebih lanjut Rama memprediksi tech startup atau perusahaan yang menghasilkan dan menjual teknologi industri, menjadi sektor bisnis yang paling potensial di masa kini dan mendatang.

Diantaranya seperti sektor bisnis yang menawarkan digital transformation, pengembangan UMKM, serta logistik.

Terlebih bisnis bidang health care dan pendidikan berbasis teknologi, yang berkembang signifikan selama penerapan social distancing.

“Kuncinya bagi mereka yang ingin memulai bisnis tech startup adalah jeli mengakomodasi kebutuhan masyarakat, serta inovatif dalam menjawab problem yang ada. “ papar Rama.

Teknologi Face Recognition untuk Dorong Transformasi Digitalisasi Pelayanan Publik

Peningkatan adaptasi teknologi Artificial Intelligence (AI) pada sektor pemerintah & swasta selama pandemi, mengalami peningkatan.

Pernyataan ini didukung oleh data yang dilansir McKinsey & Company bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam melakukan adopsi digital.

Ivan Tigana, CCO Nodeflux, perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence mengatakan Adaptasi digital ini salah satunya melalui pemanfaatan face recognition yang terjadi pada transformasi digital pelayanan publik hingga transaksi perbankan digital.

Baca juga:   Perempuan Harus Adaptasi dengan Perkembangan Digital

Menurut Ivan, AI bukan seakan-akan teknologi yang akan menggantikan manusia, melainkan bagaimana AI sangat membantu manusia, misalnya dalam decision making dan efisiensi proses. AI sangat membantu dalam mengumpulkan data secara transparan.

Sehingga membantu pengguna dalam mengambil keputusan. Terutama bisnis yang orientasinya direct to customer.

Sehingga meningkatkan customer experience hingga personalized service yang menyenangkan, dll.

Contoh lain dalam segi operasional bisnis, adaptasi teknologi AI terbukti meningkatkan efisiensi.

Dalam sesi diskusi bagaimana para pelaku usaha ingin memulai bisnis yang mengembangkan teknologi digital, Ivan memaparkan langkah sederhana sebelum memulai bisnis dengan pengembangan AI berdasarkan strategi yang berhasil diimplementasikan oleh Nodeflux.

Pertama, ketahui stakeholder dalam bisnis ini. Kedua, tentukan core positioning dan business model seperti apa. Ketiga, pahami ekosistem bisnis supaya pada implementasinya bisa memahami proses delivery bisnis akan seperti apa.

Terakhir dan tak kalah penting, pahami hal-hal yang berkaitan dengan regulasi yang ada, termasuk juga tidak tertutup kemungkinan potensi bekerjasama dengan pemerintah.

Semua Ide Bisnis Bisa Diajukan di DSC

Sejalan dengan Ivan Tigana, Athalia Mutiara Laksmi, CEO Hear Me, percaya bahwa teknologi digital dapat membantu manusia.

Baca juga:   Putri Haji Isam Resmi Akuisisi 15 Persen Saham KFC Indonesia

Baginya, teknologi digital dapat dipakai untuk kesejahteraan semua orang, termasuk kaum difabel.

Bersama dengan teman-temannya, Atalia memiliki ide bisnis berbasis teknologi digital berupa aplikasi yang membantu penyandang difabel tuli dan tuna rungu yang diberi nama Hear Me.

Sebuah aplikasi penerjemah bahasa isyarat Indonesia pertama dengan tampilan 3D animasi.

Ide awal hadirnya aplikasi ini sederhana, yaitu bertujuan untuk menjembatani komunikasi penyandang tuna rungu.

“Saat mengikuti DSC X di tahun 2019, Hear Me masih berupa ide dan prototype bisnis saja. Kemudian, dalam proses mengikuti DSC hingga berhasil menjadi finalis, Hear Me terus berkembang melalui sejumlah pendampingan DSC, sehingga kini Hear Me telah meluncurkan aplikasinya.” ujar Athalia.

Program Initiator DSC, Edric Chandra, menegaskan, “DSC tidak membatasi ide bisnis atau kategori khusus. Yang penting adalah memiliki ide bisnis yang segar.

Kemajuan teknologi seharusnya diikuti dengan ide-ide kreatif menciptakan solusi dari masalah sosial yang ada di lingkungan kita. Sama seperti bisnis teknologi digital yang dikembangkan Athalia.

Kemajuan teknologi seharusnya diikuti dengan ide-ide kreatif menciptakan solusi dari masalah sosial yang ada di lingkungan kita. Bahkan bisnis ini pun berdampak baik bagi masyarakat.” ungkap Edric. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Teknologi Digital


Related Posts

AAP Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Pascasarjana Unpas Dorong Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital dalam Administrasi Perkantoran

3 Desember 2025
Atalia Kamil
PASPENDIDIKAN

Perempuan Harus Adaptasi dengan Perkembangan Digital

21 Januari 2022
HEADLINE

Begini Langkah Kemkominfo Cegah Tsunami Digital

25 November 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Noel Gallagher bersama manajer Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
HEADLINE

Noel Gallagher Semprot Krisis Manchester United: “Klub Hancur yang Hanya Menjual Masa Lalu”

9 Januari 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang kritik terus menghantam Old Trafford pasca-keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim dari...

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. (instagram/@novarianto30)

Mengejutkan! Nama Nova Arianto Resmi Dicoret dari Daftar Asisten John Herdman di Timnas Senior, Ada Apa?

8 Januari 2026
Getty/GOAL

Man City Ditahan Imbang Brighton 1-1: Haaland Ukir Rekor Fantastis, Etihad Kembali Gigit Jari

8 Januari 2026
Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026
Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026

Highlights

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.