CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Putri Haji Isam Resmi Akuisisi 15 Persen Saham KFC Indonesia

Hanna Hanifah
5 Juli 2025
haji isam

Manuver bisnis keluarga konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali menjadi sorotan. Putri sulungnya resmi membeli saham KFC Indonesia. (foto: Investor Daily)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Manuver bisnis keluarga konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali menjadi sorotan.

Liliana Saputri, putri sulung pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan tersebut, resmi membeli sebagian saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), perusahaan yang dikenal sebagai mitra strategis jaringan KFC Indonesia.

Aksi korporasi ini dilakukan melalui PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN), perusahaan yang terafiliasi dengan Liliana.

SFN membeli 15 persen saham JAI, atau setara dengan 41.877 lembar saham. Senilai Rp54,44 miliar dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten pengelola KFC Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, transaksi tersebut diselesaikan pada 30 Juni 2025.

SFN sendiri merupakan perusahaan yang berdiri pada 13 Desember 2024 dan telah memperoleh pengesahan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM pada 16 Desember 2024.

Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan besar daging ayam dan olahan daging ayam dengan klasifikasi KBLI 46322.

Dalam struktur kepemilikan SFN, Putra Rizky Bustaman dan Liliana Saputri masing-masing menggenggam 45 persen saham. Sedangkan Bani Adityasuny Ismiarso memiliki 10 persen saham.

Kekayaan Liliana dan Adiknya

Liliana bukanlah nama baru dalam dunia bisnis. Selain terlibat di SFN, ia juga menjabat sebagai komisaris dan pemegang saham di beberapa perusahaan afiliasi Jhonlin Group, konglomerasi milik Haji Isam.

Baca juga:   Menteri Kesehatan RI Dengarkan Aspirasi dari 150 Anggota Komunitas Kesehatan

Kekayaan Liliana dan adiknya, Jhony Saputra, sebagian besar terikat dalam saham emiten kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini, nilai kekayaan keduanya ditaksir sekitar Rp2,42 triliun.

Namun angka tersebut telah mengalami penyusutan drastis dibandingkan puncaknya pada awal 2023, yang kala itu mencapai Rp6,53 triliun.

Penurunan tajam tersebut dipicu oleh pelemahan kinerja PGUN serta aksi divestasi saham oleh dua perusahaan pengendali PGUN, yakni PT Citra Agro Raya (CAR) dan PT Araya Agro Lestari (AAL), yang juga dimiliki oleh anak-anak Haji Isam.

Dalam aksi divestasi pada Maret 2023, CAR dan AAL menjual 4,4 miliar saham PGUN kepada PT Baramega Citra Mulia Persada, menghasilkan dana segar sebesar Rp352 miliar.

Meskipun saham PGUN telah anjlok hampir 60 persen dari titik tertingginya di Rp1.350 per saham, harga saat ini masih menunjukkan kenaikan sekitar 293 persen dibandingkan harga IPO lima tahun lalu.

Liliana dan Jhony diketahui merupakan pemegang saham langsung terbesar pada saat IPO, dengan kepemilikan nyaris seimbang.

Baca juga:   Jelang Lebaran, Bisnis Sewa iPhone di Bandung Meningkat Drastis

Saat itu, Liliana berusia 22 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan Business Management and Leadership di Santa Monica College, AS. Sementara Jhony, lulusan SMA Al Azhar Jakarta, kini juga menjabat di berbagai perusahaan dalam lingkup Jhonlin Group.

Efek Boikot dan Strategi FAST

Di tengah sorotan publik dan seruan boikot terhadap KFC karena dugaan afiliasi global dengan Israel, aksi pelepasan saham oleh FAST ini menimbulkan reaksi beragam. Meski demikian, FAST tetap menjadi pengendali utama JAI dengan kepemilikan saham 55 persen.

Perusahaan menyatakan bahwa efisiensi harga pasokan daging ayam dari JAI akan tetap dinikmati FAST.

Karena integrasi rantai pasok yang meliputi seluruh proses: dari perkebunan, pabrik pakan, penetasan ayam, pembesaran, rumah potong hingga industri pengolahan daging ayam.

Manajemen FAST menyebut, transaksi penjualan saham ini membuka peluang untuk memperkuat struktur permodalan JAI serta melibatkan pihak strategis lain guna mendukung daya saing dan efisiensi operasional perusahaan.

Dalam keterangannya, FAST menyatakan bahwa struktur kepemilikan baru ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan bisnis. Sambil tetap menjaga kesinambungan dengan arah strategis perusahaan sebagai pengendali JAI.

Namun di sisi lain, tantangan eksternal belum mereda. Menurut Muhammad Wafi, analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), industri restoran cepat saji di Indonesia masih menghadapi tekanan berat.

Baca juga:   Kurs Rupiah Mendadak Rp8.170/USD, Google "Ngeprank"?

Baik dari sisi biaya operasional yang tinggi, ketatnya persaingan, maupun lemahnya daya beli masyarakat.

Ia menilai efek kampanye boikot terhadap KFC cukup signifikan dan merata, seperti yang juga dialami oleh jaringan global lain. Seperti McDonald’s, Pizza Hut, Dunkin, dan Starbucks.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, Wafi menekankan pentingnya strategi antiboikot yang masif serta efisiensi biaya operasional.

Meski begitu, FAST diyakini masih memiliki fondasi kuat melalui anak usahanya, JAI, yang mengelola rantai pasok daging ayam secara terintegrasi.

Kolaborasi dengan SFN yang memiliki bisnis sejenis juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pasokan dan efisiensi biaya jangka panjang.

Strategi Baru Bisnis Keluarga Haji Isam

Aksi korporasi ini menjadi sinyal lanjutan dari strategi keluarga Haji Isam dalam melakukan diversifikasi bisnis. Dari batu bara ke kelapa sawit, kini merambah sektor rantai pasok makanan cepat saji.

Di tengah dinamika pasar dan tekanan eksternal, langkah ini sekaligus menunjukkan upaya untuk memperkuat portofolio bisnis secara terintegrasi dan lintas sektor. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Andi Syamsuddin Arsyadhaji isamkeluarga konglomeratKFC IndonesiaPT Jagonya Ayam Indonesia


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

minyakita
HEADLINE

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

20 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Perdagangan Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi minyak goreng...

Persib Bandung

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

20 April 2026
Cibeber

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

20 April 2026
Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

20 April 2026
Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

20 April 2026

Highlights

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Psywar Tipis-tipis Pemain Persib Marc Klok untuk Nick Kuipers

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.