CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 5 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Peneliti ITB Rekomendasikan Bahan Ini untuk Bahan Bakar Mobil Listrik

Yatti Chahyati
27 November 2021
mobil listrik

ilustrasi mobil listrik (https://pixabay.com/id/photos/carsharing-mobil-listrik-mobil-4382651/)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Peneliti dari Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Afriyanti Sumboja, Ph.D., mengusulkan nikel sebagai bahan baku pengganti untuk pembuatan katoda baterai pada mobil listrik.

Alasannya, selama ini katoda yang biasanya mengandung bahan baku zat litium. Pada penerapannya, kata dosen ITB ini, baterai yang menggunakan litium sebagai bahan baku pembuatan katoda kurang memiliki kapasitas energi yang tinggi. Sehingga penggunaan mobil listrik, yang bersumber bahan bakar baterai ini tidak menjadi efektif karena jarak tempuhnya yang relatif kecil.

Baca juga:   ITB dan UNPAD Buka Kelas Kolaborasi Multidisiplin Teknologi Kesehatan

Dengan nikel, sambung Afriyanti, merupakan salah satu unsur, yang memiliki kelebihan dalam menghasilkan kapasitas energi yang tinggi akibat reaksi reduksi/okdisasi yang terjadi. Namun, karena sisi negatif yang dimilikinya, yaitu tidak stabil, maka diperlukan bantuan unsur lain dalam proses pembuatannya.

Dalam hal ini, mangan dan kobalt dipilih sebagai unsur pelengkap bahan baku pembuatan katoda karena sifatnya yang stabil. Sehingga bisa mengatasi permasalahan, yang dihadapi dari nikel.

“Sisi positif dari penggunakan nikel adalah reaksi reduksi oksigen, yang dapat menghasilkan densitas energi yang tinggi. Sisi negatifnya, material ini tidak stabil sehingga densitas energi yang dihasilkan akan cepat turun atau dengan kata lain, baterai akan cepat rusak. Oleh karena itu, unsur kobalt dan mangan dibutuhkan untuk menjaga stabilitas strukturnya,” beber Afriyanti, dikutip PASJABAR dari laman ITB, Sabtu (27/11/2021)

Baca juga:   Keluarga Mahasiswa Unpas Protes, Rektor Klarifikasi Pernyataan Awal

Lebih lanjut, Afriyanti menjelaskan, akibat dari sisi positif dan negatif yang dimiliki masing-masing unsur, pembuatan katoda dengan bahan baku ini memerlukan komposisi yang tepat, agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Teknologi baterai

Hingga saat ini, jenis baterai yang dikembangkan dengan material ini memiliki dua tipe. Yaitu NCA dan NCM. Kedua tipe ini digolongkan berdasarkan jenis unsur material digunakan, misalkan NCM yang terbuat dari nikel, kobalt, dan mangan.

Baca juga:   Danmenwa Mahawarman Jabar Buka Diklatsar Menwa Gelombang III

Afriyanti mengingatkan perkembangan teknologi baterai di masa depan akan semakin meningkat pesat, karena kebutuhan energi di alam semesta cukup beragam. Selain itu, semua orang di muka bumi ini pasti menginginkan suatu teknologi baterai yang aman, tahan lama, cepat dalam pengisian daya. Tentunya, dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ITBMobil listrik


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Bayern vs PSG Champions 2026
PASOLAHRAGA

Bayern vs PSG Membara! Rekor Gol Liga Champions Barcelona Terancam Tumbang

5 Mei 2026

# Bayern vs PSG Champions 2026 BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Persaingan sengit antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain...

Xiaomi Mix

Rumor Xiaomi Mix 5 Meredup, Fokus Bergeser ke Xiaomi 18

5 Mei 2026
arsenal vs atletico madrid

Arsenal vs Atleti di Semifinal Liga Champions: Duel Penentuan ke Final, Siapa Lebih Siap?

5 Mei 2026
Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

5 Mei 2026
kolesterol tinggi

Ahli Sebut Faktor Tersembunyi yang Tingkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

5 Mei 2026

Highlights

Pansus LKPJ DPRD Kota Bandung Klaim Pembahasan Capai 75 Persen, Fokus Pertajam Misi SDM

Ahli Sebut Faktor Tersembunyi yang Tingkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

POCO C81 Pro Resmi Meluncur di Indonesia Mulai Rp1,6 Jutaan

Beckham Putra Ungkap Krusialnya Kemenangan atas PSIM

Catatan Bojan Hodak Usai Persib Bandung Tumbangkan PSIM

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.