BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sudah menjadi hal biasa jika penandang disabilitas, tampil dalam laga olahraga seperti peparda atau peparnas.
Namun berbeda halnya dengan Nia Ramadani, siswa SMK kelas 10 asal Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini. Nia menjadi atlet voli di tingkat Kabupaten Bandung, dan mampu bermain bersama atlet nondifabel.
Keterbatasan pada kakinya tidak menjadi halangan bagi Nia untuk berprestasi, bahkan menyamai atlet pada umumnya.
Sebelumnya Nia kerap mendapat cacian dari rekan-rekannya saat latihan, namun orang tuanya terus memberikan semangat, hingga Nia mampu mengikut berbagai pertandingan di tingkat kecamatan dan desa.
“Belajar voli dari kelas 5 SD, awal-awalnya malu sering dicaci. Kata orang tua, orang lain bisa kamu juga pasti bisa,” kata Nia sambil meneteskan air mata, Kamis (23/6/2022).
Nia tak patah semangat dengan cacian tersebut, justru jadi cambuk untuk terus semangat.
“Saya memang punya kekurangan tapi tapi saya menunjukan bahwa saya juga bisa seperti orang lain,” tutur Nia.
Sementara menurut pelatih Nia, Ruhyat, siswa kelas 10 tersebut harus menempuh perjalanan puluhan kilo dari perbatasan Cianjur dan Ciwidey untuk berlatih voli, kemauan yang tinggi menjadikan pelatih mengikutkan dalam pertandingan tingkat Kabupaten Bandung ini.
“Perjuangannya Nia untuk latihan itu cukup berat, harus menempuh jarak 30 kilometer dan banyak tantangan lain, seperti dihadang hewan buas, pernah Nia bilang, pa saya dipegat sambil divideoin hewan buasnya seperti harimau,” ujar Ruhyat.
Bagi rekan-rekan satu timnya saat ini, Nia merupakan sosok yang inspiratif, kekurangannya tidak jadi halangan untuk berprestasi.
“Bangga se-tim sama Nia, dia punya kekurangan tapi mau ngejar bola, semangatnya tinggi,” kata Naswa rekan satu tim Nia.
Nia mengalami difabel pada kaki sejak lahir. Kini dirinya bercita-cita bisa berlaga dalam Proliga.Pertandingan yang diikuti Nia merupakan kejuaraan voli piala Kapolresta Bandung yang diikuti oleh belasan tim. (fal)












