CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Anggota Dewan Soroti Kebijakan di Kota Bandung

Putri
9 Februari 2023
Anggota Dewan Soroti Kebijakan di Kota Bandung

Anggota DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan melihat harus ada perbaikan komunikasi antara eksekutif dan legislatif mengenai pembuatan kebijakan atau program yang ada di Kota Bandung.

“Ini berlaku untuk semua hal, baik itu Perda (Peraturan Daerah), Perwal (Peraturan Wali Kota) dan kebijakan apapun,” ujar politisi Partai Demokrat ini, Kamis (9/2/2023).

Kenaikan Tarif PDAM dan Tarif Parkir

Agus menilai salah satu contohnya adalah untuk kenaikan tarif PDAM yang diberlakukan beberapa waktu lalu. Demikian juga dengan kenaikan tarif parkir, yang menurutnya itu hal yang memberatkan masyarakat. Mengingat hal itu merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat.

“Kami sebagai anggota dewan selama ini hanya diberitahu hasilnya saja. Tidak ada pembicaraan dengan kami sebelum kebijakan tersebut diberlakukan,” sesal Agus.

Menurut Agus, semestinya sebelum kebijakan di Kota Bandung tersebut diberlakukan, diadakan kajian dan konsultasi terlebih dahulu. Terutama dengan pihak-pihak terkait. Ada baiknya kajian juga melibatkan masyarakat. Sehingga bisa mengetahui persis apa yang menjadi keberatan masyarakat.

Baca juga:   Pemkab Bandung Terus Optimalkan Penanganan Gempa

“Selama ini dewan hanya menerima pemberitahuan saja, tanpa ada konsultasi dan lain-lain,” terangnya.

Setidaknya, dari kedua kejadian ini Agus melihat komunikasi antara eksekutif dan legislatif tidak lancar. Terlebih dengan masyarakat, sebagai pihak yang akan terdampak kebijakan tersebut.

“Padahal seharusnya sebelum mengambil kebijakan mesti dibicarakan dengan semua stakeholder. Intinya permasalahan ini ada dikurangnya komunkasi, karena ini merupakan hal penting,” terangnya.

Selain itu, Agus mengatakan, pihaknya kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat, terkait regulasi yang tidak disosialisasikan. Sehingga akhirnya banyak masyarakat yang merasa tidak dilibatkan.

“Terkait kebijakan, seharusnya betul-betul satu suara dari berbagai pihak.” terangnya

Permasalahan Banjir

Hal lainnya, yang Agus kritisi adalah masalah banjir yang sangat terpengaruh dengan drainase. Agus mengatakan, sekarang ini di Kota Bandung memang memiliki drainase, tetapi tidak diimbangi dengan perbaikan drainase, maka tetap akan terjadi banjir. Jika kondisi drainase baik, maka air tidak akan tumpah ke jalan.

Baca juga:   Erik Darmadjaya: Lunturnya Semangat Kebangsaan di Kalangan Pemuda

“Contohnya rumah pompa di Rancabolang, meski sudah ada rumah pompa namun tidak ada perbaikan drainase. Maka di wilayah di sana tetap saja banjir,” jelasnya.

Di sisi lain, Agus menyebut, kesadaran masyarakat juga harus dibangun, agar tidak membuat bangunan di atas drainase. Sehingga jangan hanya menyalahkan pemerintah.

“Harusnya pemerintah bisa menegur warga yang melakukan pelanggaran yang bisa menimbulkan banjir,” harapnya.

Program Kang Pisman

Selain itu, Agus juga menilai program Kang Pisman yang sekarang tidak terdengar lagi gaungnya.

“Ini bukan berarti Pemkot Bandung tidak boleh memiliki banyak program ya. Tentu baik jika Pemkot Bandung memiliki banyak program, terlebih jika program tersebut baik untuk warganya. Hanya saja, program tersebut harus bisa terealisasi dengan baik,” harapnya.

Pertanyakan Tim URC

Agus juga mempertanyakan ke mana tim URC yang selama ini banyak melakukan perbaikan ketika jalan mengalami kerusakan.

“Dulu kan kalau ada banjir atau keluhan dari masyarakat bisa segera teratasi, karena ada tim URC. Sekarang kemana tim itu, kenapa banyak keluhan dari masyarakat, tapi seolah-olah tim itu tidak bergerak,” tuturnya.

Baca juga:   Jambore IJTI 2023 Tingkatkan Kesadaran dan Mitigasi Potensi Bencana di Jabar

Pendidikan

Disinggung mengenai pendidikan, Agus menuturkan, dengan sistem zonasi kurang pas diberlakukan di Kota Bandung. Pasalnya sebaran sekolah di tiap wilayah sangat kurang.

“Coba di Bandung Kulon, Bojongloa Kidul, dan beberapa kecamatan lain yang juga tidak punya sekolah. Seharusnya minimal satu kecamatan ada satu sekolah untuk setiap tingkatan,” tuturnya.

Terkait Bus Sekolah, Agus mengatakan itu juga merupakan penghamburan mengingat sekarang sudah menggunakan sistem zonasi.

“Lebih baik, armada itu lebih baik digunakan untuk TMB. Mubazir armada tidak digunakan,” tambahnya.

Puskesmas

Sama halnya dengan Puskesmas, Agus menambahkan semestiya disediakan tenaga dokter ahli.

“Kondisinya sekarang, jangankan dokter ahli, bahkan ada puskesmas yang tidak memiliki dokter umum,” ucapnya.

“Banyak juga puskesmas yang tidak ada dokter. Sekarang masyarakat hanya dilayani perawat. Sehingga masyarat malas ke puskesmas,” paparnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: anggota DPRD Kota Bandungkebijakan di Kota Bandungprogram Kota Bandung


Related Posts

Erik Darmadjaya
PASBANDUNG

Erik Darmadjaya: Lunturnya Semangat Kebangsaan di Kalangan Pemuda

28 Oktober 2025
Cerita Hijrah Anggota DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya
PASBANDUNG

Cerita Hijrah Anggota DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya

12 April 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan tegas namun menyentuh bagi para muda-mudi di...

Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026
Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026

Highlights

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.