CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Puluhan Jembatan Gantung Telah Hubungkan Desa Terpencil di Jabar

Nurrani Rusmana
23 Agustus 2023
Anak-anak pergi ke sekolah melewati jembatan gantung. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Ilustrasi - Anak-anak pergi ke sekolah melewati jembatan gantung. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berhasil membangun 23 jembatan gantung untuk menghubungkan daerah terpencil melalui program Jantung Desa (Jembatan Gantung Desa).

Sehingga akses warga untuk mendapat pelayanan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan layanan dasar lainnya setelah ada jembatan gantung dapat terpenuhi.

Ke- 23 jembatan gantung tersebut diketahui tersebar di tujuh daerah dan telah dimulai sejak 2018 – 2019.

“Itu tersebar di beberapa daerah seperti Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Sumedang, Tasik, Majalengka, Garut dan Subang. Kesemuanya dibangun atas kolaborasi pemerintah dan pihak swasta,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar Dicky Saromi di Kota Bandung, Senin (21/8/2023) lalu.

Baca juga:   Kebakaran di Ruko Kabupaten Bandung Barat Tewaskan Satu Balita

Menurut Dicky, manfaat Jantung Desa sangat dirasakan masyarakat terutama di pelosok. Warga yang tadinya harus menempuh jalan kaki melewati sungai berbahaya, bukti bahkan gunung hingga berjam-jam, dengan ada jembatan gantung dapat memangkas waktu tempuh dan mempermudah warga.

“Nah, Jantung Desa ini dinilai sebagai infrastruktur yang lebih murah dan cepat dalam pengerjaannya. Bayangkan jika anak sekolah yang tadinya harus jalan jauh memutar dengan Jantung Desa bisa ditangani,” kata Dicky mencontohkan.

Baca juga:   RSUD dan Dinsos Bandung Gelar Khitanan Massal untuk 60 Anak

Kendala Pembangunan Jantung Desa

Dicky mengakui, kendala pembangunan Jantung Desa, selain letak geografis Jabar yang sulit, juga di tahun 2020 ada pandemi Covid-19, sehingga pembanguanan Jantung Desa tertunda karena anggarannya terpaksa dipakai untuk sektor kesehatan.

“Ada refocusing anggaran, pembatasan kegiatan dan lain-lain akibat pandemi, jadi terhambat,” ungkap Dicky.

Untuk keberlanjutan, program Jantung Desa menjadi salah satu program yang diproyeksikan tetap ada setelah masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berakhir 5 September 2023.

Baca juga:   Inflasi Kota Bandung Stabil, Pemkot Perkuat Antisipasi Pangan Strategis

“Kita berharap di periode kepemimpinan Jabar selanjutnya, Jantung Desa tetap dilanjutkan,” kata Dicky.

Dalam membangun Jantung Desa, selain melibatkan komunitas swasta, Jabar Quick Respons (JQR), Vertical Recue Indonesia (VRI), Pemdaprov Jabar juga melibatkan masyarakat. Pertimbangan utamanya adalah proses bisa lebih cepat, menghemat anggaran dan menimbulkan rasa memiliki agar masyarakat ikut serta merawatnya.

“Terutama rasa memiliki ya, karena dengan rasa memiliki fasilitas itu akan ikut dirawat bersama-sama, sehingga manfaatnya bisa lebih lama,” ujarnya. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: jembatan gantungprogram jantung desa


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

peradaban sunda dedi
HEADLINE

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

19 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa puncak peradaban dalam falsafah Sunda terletak pada...

UIN Bandung

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

19 April 2026
program gentengisasi

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

19 April 2026
underpass pasteur

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

19 April 2026
Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

Highlights

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.