CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Monyet Ekor Panjang Miliki Keberanian Turun ke Daerah Manusia

Nurrani Rusmana
6 Maret 2024
Monyet Ekor Panjang Miliki Keberanian Turun ke Daerah Manusia

Ilustrasi monyet ekor panjang. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Segerombolan monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga dan berjalan di atas atap hingga di kabel listrik. Kini monyet tersebut terpantau tengah berada di Komplek Bumi Panyawangan, Kecamatan Cileunyi, Kota Bandung.

Ahli ekologi dan spesialis mamalia satwa liar, Agung Ganthar Kusumanto, yang juga alumnus Program Studi Biologi, Institut Teknologi Bandung (ITB), angkat bicara mengenai kejadian turunnya monyet ekor panjang ke permukiman warga di Kota Bandung pada akhir Februari silam.

Dilansir dari itb.ac.id pada Rabu (6/3/2024), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan hewan semi-cosmopolis yang dapat belajar dengan baik. Mereka cenderung memiliki keberanian untuk turun ke daerah manusia yang sering memberikan mereka makanan, seperti pada tempat wisata, perbatasan hutan, dan daerah dengan pengelolaan sampah organik yang kurang baik. Namun, jika berada di habitat aslinya, mereka cenderung jarang mendekati manusia.

Habitat dari monyet ekor panjang sebenarnya berada di sekitar riparian (tepian) sungai, bukan di hutan dalam. Banyak masyarakat yang berspekulasi bahwa monyet ini turun ke daerah perkotaan karena dugaan bencana yang akan terjadi.

Baca juga:   Kemunculan Monyet Ekor Panjang di Lembang Hebohkan Warga

Terkait hal ini, Agung Ganthar Kusumanto menjelaskan, “Kalau dibilang turun karena artinya di atas ada bencana, saya dan tim sedang berada di habitatnya dan satu-satunya permasalahan adalah cuaca. Hewan lain seperti lutung dan macan masih ada di sana,” ujarnya.

“Kemungkinan mereka turun karena faktor cuaca saja karena mereka tinggal di riparian sungai dengan intensitas hujan seperti sekarang, kawasan riparian sungai dengan kondisi hutan yang kurang bagus jadi banjir. Habitatnya terganggu karena kondisi hutannya sebagian sudah ada yang gundul sehingga air dari intensitas curah hujan yang tinggi ini tidak tertahan sebaik itu. Sungai-sungai yang menjadi habitat monyet ekor panjang ikut meluap,” ujarnya.

Monyet Ekor Panjang Memiliki Gaya Makan Seperti Manusia

Habitat merupakan hal yang terutama bagi monyet ekor panjang. Hewan tersebut memiliki gaya makan seperti manusia. Apa yang dimakan oleh manusia, itu juga yang mereka makan. Hutan yang sudah semakin berkurang, wilayah riparian sungai yang banyak di bangun tempat wisata dan perkebunan, menjadi suatu masalah baru bagi habitat monyet ini. Perebutan wilayah dengan manusia menyebabkan monyet ini terpaksa pergi ke tempat lainnya, yaitu pemukiman warga dan daerah perkotaan.

Baca juga:   Sejumlah Monyet Berkeliaran di Pemukiman Warga Kota Bandung, Ada Apa?

Ketika banyak hewan yang habitatnya rusak, mereka cenderung kalah atau mati. Berbeda dengan monyet ekor panjang yang semi-cosmopolis, yang memungkinkan mereka memiliki alternatif lain untuk menyelamatkan diri dengan cara menghindar ke permukiman manusia.

“Mereka cepat sekali belajar dan memperhatikan bahwa manusia tidak sebegitu menakutkannya secara langsung, bahkan manusia juga takut pada mereka,” ujarnya.

Tindakan terhadap Habitat Monyet Ekor Panjang

Banyak tindak revitalisasi terhadap pemulihan kawasan aliran sungai, termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang sudah berlangsung beberapa tahun silam. Perbaikan daerah riparian dengan sungai-sungai kecil yang masuk ke dalam wilayah hutan pun sudah mendapatkan penanganan.

Baca juga:   52 Ribu Vaksin untuk Cegah Penyakit Mulut dan Kuku

Agung menjelaskan bahwa sudah banyak tindakan yang dilakukan, namun kurang terekspos kepada publik. “Kalau dibilang sudah cukup untuk memperbaiki semua kerusakan, ya tentu belum,” tuturnya.

Kebijakan untuk mendukung upaya revitalisasi habitat monyet ini tentunya sudah ada, tetapi sebagian besar berhenti di tataran penentuan kebijakan. Ketika sudah turun ke tingkat tapak, banyak hal yang akhirnya tidak sinkron dengan kebijakan. “Padahal yang kita butuhkan adalah semuanya terhubung menjadi satu ekosistem yang saling mendukung,” ujar Agung.

Habitat monyet ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan jajarannya. Sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia, masyarakat harus turut andil dalam hal ini. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Jaga hutan, jaga lingkungan. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: habitat monyetmonyetmonyet ekor panjang


Related Posts

monyet ekor panjang
PASBANDUNG

Kemunculan Monyet Ekor Panjang di Lembang Hebohkan Warga

10 September 2024
Monyet Masuk ke Pemukiman Warga di Sekitar Curug Cimahi
PASBANDUNG

Monyet Masuk ke Pemukiman Warga di Sekitar Curug Cimahi

12 Maret 2024
Segerombolan monyet yang berjalan di atas atap warga di kawasan Sekeloa, Kelurahan Lebakgede, Kota Bandung pada Rabu (28/2/2024)
PASBANDUNG

Kawanan Monyet Masuk Pemukiman Warga, Diduga Kelaparan

28 Februari 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

rusun ASN
PASGALERI

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pembangunan rumah susun atau rusun...

bedah rumah

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

15 April 2026
kawasan gedung sate

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

15 April 2026
kendaraan listrik mbg

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

14 April 2026
Xiaomi 17 Pro

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

14 April 2026

Highlights

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

Roblox Luncurkan Akun Kids dan Select untuk Perlindungan Anak

Tiket Hari Pembuka Polytron Indonesia Open 2026 Dijual Mulai Rp40 Ribu

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.