CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 9 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Pilihan Kita untuk Masa Depan

Yatti Chahyati
25 November 2024
Opini Prof Didi Turmudzi

Opini Prof Didi Turmudzi. (Foto: ist Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

 

Prof Didi Turmudzi
(foto: pasjabar)

Oleh : Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. 

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —  Kita hidup di era yang penuh tantangan. Ketika kekuatan-kekuatan besar terus memperluas pengaruhnya di seluruh dunia,

masyarakat global dihadapkan pada pilihan: Apakah kita akan membiarkan diri kita terbawa arus imperialisme baru, atau kita akan bangkit dan mengambil kendali atas masa depan kita sendiri?

Mari kita mulai dengan kisah nyata dari Amerika Latin, tepatnya di Bolivia. Pada tahun 2000, pemerintah memutuskan untuk memprivatisasi air,

sebuah sumber daya yang seharusnya menjadi hak dasar setiap manusia. Perusahaan multinasional Bechtel mengambil alih pengelolaan air dan segera menaikkan tarif hingga banyak warga tidak mampu lagi membayar air bersih. 

Namun, masyarakat Bolivia tidak tinggal diam. Mereka bangkit, turun ke jalan dan memprotes kebijakan yang tidak adil ini.

Baca juga:   Plh Sekda Kota Bandung Siap Patuhi Aturan Studi Tour dari Pemprov Jabar

Setelah berbulan-bulan demonstrasi dan bentrokan dengan aparat, akhirnya pemerintah mundur, dan privatisasi air dihentikan.

Kemenangan ini dikenal sebagai ”Perang Air Bolivia,” sebuah contoh konkret bagaimana masyarakat bisa bersatu untuk melawan kekuatan imperialisme baru dan memenangkan hak-hak mereka.

 Dari cerita Bolivia, kita bisa melihat bahwa masyarakat memiliki kekuatan besar ketika mereka bersatu untuk tujuan yang adil.

Lantas apa saja yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat global untuk melawan imperialisme baru dan membangun masa depan yang lebih adil?

Edukasi dan Kesadaran: Langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran akan isu-isu global. Masyarakat harus memahami bagaimana kebijakan-kebijakan internasional dan kekuatan ekonomi memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Baca juga:   300 Lebih Karya Lolos Seleksi Lomba Poster, Karikatur dan Video Pendek Free Palestine Network

Edukasi menjadi kunci agar kita tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang mendukung status quo.

Kolaborasi Global: Tantangan global membutuhkan solusi global. Negara-negara dan masyarakat di seluruh dunia harus bekerja sama, saling mendukung,

dan berbagi pengetahuan untuk mengatasi ketidakadilan. Misalnya, gerakan seperti ”Fair Trade” yang mendorong perdagangan yang adil antara negara maju dan berkembang, bisa menjadi model kolaborasi yang positif.

Penguatan Institusi Lokal: Ketentuan imperialisme seringkali berhasil karena lemahnya institusi lokal. Oleh karena itu,

memperkuat pemerintahan lokal, mendukung ekonomi komunitas, dan mempromosikan partisipasi warga dalam pengambilan keputusan adalah langkah penting untuk melawan dominasi eksternal.

Penggunaan Teknologi untuk Keadilan: Di era digital, teknologi bisa menjadi alat yang kuat untuk melawan ketidakadilan.

Media sosial, misalnya telah terbukti efektif dalam menyebarkan informasi dan mengorganisir gerakan protes di seluruh dunia.

Baca juga:   Bandung Gaming Day 2025: Kick-Off Industri Gim Lokal

Memanfaatkan teknologi dengan bijak bisa membantu masyarakat mempertahankan hak-haknya dan membangun masa depan yang lebih adil.

Perjuangan melawan imperialisme baru bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan berati tidak mungkin.

Setiap individu memiliki peran dalam membentuk masa depan dunia. Dengan kesadaran, kerjasama, dan tekad untuk keadilan, kita bisa menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi semua orang.

Pilihannya ada ditangan kita. Apakah kita akan menjadi penonton dalam sejarah, atau kita akan menjadi aktor utama yang menentukan jalan masa depan?

Jika Bolivia bisa melakukannya, begitu pula kita. Mari kita bersatu, bergerak, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk semua. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: opini prof didi


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Noel Gallagher bersama manajer Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
HEADLINE

Noel Gallagher Semprot Krisis Manchester United: “Klub Hancur yang Hanya Menjual Masa Lalu”

9 Januari 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang kritik terus menghantam Old Trafford pasca-keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim dari...

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. (instagram/@novarianto30)

Mengejutkan! Nama Nova Arianto Resmi Dicoret dari Daftar Asisten John Herdman di Timnas Senior, Ada Apa?

8 Januari 2026
Getty/GOAL

Man City Ditahan Imbang Brighton 1-1: Haaland Ukir Rekor Fantastis, Etihad Kembali Gigit Jari

8 Januari 2026
Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026
Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026

Highlights

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.