CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Bedah Kolektor Buku Mengungkap Makna Eskapisme dalam Literasi

Tiwi Kasavela
25 Maret 2025
Bedah Kolektor Buku Mengungkap Makna Eskapisme dalam Literasi

Bedah Kolektor Buku: Kenapa Buku Menjadi Eskapisme Saya? yang diselenggarakan oleh Sindikasi Aksara melalui siaran langsung Instagram, Sabtu (22/3/2025). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Di era digital yang serba cepat, buku tetap menjadi ruang perlindungan bagi banyak orang. Tidak sekadar sumber informasi, tetapi juga tempat bersembunyi dari realitas yang melelahkan sekaligus alat untuk melawan narasi yang ingin dihapus.

Inilah yang menjadi pokok pembahasan dalam acara Bedah Kolektor Buku: Kenapa Buku Menjadi Eskapisme Saya? yang diselenggarakan oleh Sindikasi Aksara melalui siaran langsung Instagram, Sabtu (22/3/2025).

Diskusi ini dipandu oleh Indra Wardhana, pendiri Dr. Long Book Free Library sekaligus salah satu inisiator Sindikasi Aksara. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Suci Atmarani, pegiat literasi yang fokus pada feminisme dan sastra klasik, serta Ranti Amalia Putri, seorang editor yang aktif dalam komunitas literasi dan mengoleksi buku lintas genre. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana buku telah menjadi lebih dari sekadar hobi, tetapi juga medium perlawanan terhadap lupa dan penindasan.

Baca juga:   Menulis Keresahan Politik dalam Novel Thriller: Tsugaeda Hadir di “Buku Kehidupan” Sindikasi Aksara

Suci Atmarani berbicara tentang bagaimana buku menjadi ruang eskapis bagi mereka yang mencari pemahaman lebih dalam tentang identitas dan ketidakadilan sosial.

“Ketika realitas terasa menekan, buku menjadi tempat kita bersembunyi sekaligus mengasah pemikiran kritis,” ujarnya.

Sementara itu, Ranti Amalia Putri berbagi pengalamannya mengoleksi buku lintas genre, dari sastra hingga filsafat dan sains. Ia menekankan bahwa membaca adalah cara untuk melihat dunia dengan lebih luas, termasuk memahami sistem yang mengatur kehidupan kita.

Baca juga:   Literasi dan Sejarah Bertemu, Bedah Buku “Plato Tidak Bohong” di IG Live Sindikasi Aksara

“Membaca bukan hanya untuk lari dari kenyataan, tapi juga untuk memahami realitas dengan cara yang lebih tajam,” ungkapnya.

Indra Wardhana sebagai moderator membawa diskusi ke arah refleksi yang lebih dalam, mengajak para peserta untuk melihat bagaimana pilihan bacaan bisa mencerminkan kegelisahan dan harapan seseorang terhadap dunia. Interaksi peserta melalui komentar di siaran langsung menunjukkan bahwa banyak orang merasakan hal serupa: buku bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk memahami dan melawan dunia yang sering kali tidak adil.

Baca juga:   Membedah Cinta dan Luka di Balik Relasi Kuasa Perempuan

Bedah Kolektor Buku kali ini tidak hanya mengupas rak-rak buku para kolektor, tetapi juga membuka kesadaran bahwa literasi adalah bentuk perlawanan.

Bagi yang ketinggalan diskusi, Sindikasi Aksara mengunggah rekaman acara ini di platform @sindikasi.aksara. Ke depannya, komunitas ini juga akan terus mengadakan diskusi seputar literasi dan peran buku dalam membentuk pemikiran kritis.

Karena pada akhirnya, membaca bukan hanya tentang memahami dunia, tetapi juga tentang mengubahnya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Bedah Kolektor Bukusindikasi aksara


Related Posts

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

24 Desember 2025
Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang

18 Desember 2025
Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang
PASKREATIF

Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang

9 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.