BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ribuan kendaraan pemudik, khususnya sepeda motor, memadati Jalur Selatan Jawa Barat pada Jumat (4/4/2025) pagi.
Kepadatan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, seiring dengan banyaknya pemudik yang kembali ke daerah asal seperti Jakarta, Bekasi, dan Bogor setelah mudik ke wilayah Garut, Tasikmalaya, serta Jawa Tengah.
Para pemudik memilih melakukan perjalanan di pagi hari lewat Jalur Selatan Jawa Barat untuk menghindari kemacetan yang biasa terjadi pada siang dan malam hari.
Selain itu, mereka juga ingin menghindari teriknya matahari yang dapat membuat perjalanan lebih melelahkan.
“Saya sengaja berangkat pagi supaya tidak kena macet dan juga biar sampai rumah tidak terlalu siang. Besok bisa istirahat dulu sebelum kembali bekerja,” ujar Abdul Seno, seorang pemudik asal Jakarta.
Hal serupa juga diungkapkan Rahmat, pemudik asal Bogor. Menurutnya, memilih perjalanan di pagi hari adalah strategi terbaik agar perjalanan lebih nyaman.
“Kalau pagi, jalanan masih lebih lengang dibandingkan nanti siang atau sore. Lagipula kalau sudah sampai rumah hari ini, saya masih punya waktu untuk istirahat sebelum masuk kerja Senin,” katanya.
Arus balik di Jalur Selatan diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga akhir pekan, terutama pada Sabtu dan Minggu.
Pihak kepolisian telah bersiaga untuk mengatur lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan pemudik yang terus berdatangan.
“Kami mengimbau pemudik untuk tetap berhati-hati dan beristirahat di posko yang telah disediakan jika merasa lelah. Keselamatan tetap yang utama,” ujar seorang petugas lalu lintas di lokasi.
Diperkirakan, puncak arus balik akan terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu siang, seiring dengan semakin banyaknya pemudik yang kembali ke kota-kota besar untuk bersiap kembali bekerja setelah libur Lebaran. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














