www.pasjabar.com — Mei 2025 akan menjadi bulan yang menarik bagi para pecinta langit malam. Sejumlah fenomena astronomi spektakulerakan mewarnai langit, mulai dari hujan meteor, fase bulan purnama yang dikenal sebagai Bulan Bunga, hingga momen bulan baru yang ideal untuk pengamatan langit dalam. Inilah deretan fenomena langit yang patut dinanti.
Hujan Meteor Eta Aquarids dan Eta Lyrids: Atraksi Cahaya di Langit Dini Hari
Puncak hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan terjadi pada 6 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 GMT. Fenomena ini berasal dari sisa debu komet Halley dan dapat menghasilkan hingga 50 meteor per jam.
Meski lebih jelas terlihat dari belahan Bumi selatan, wilayah utara tetap berpeluang menyaksikan keindahannya.
Langit diprediksi cukup gelap untuk pengamatan karena bulan yang sedang dalam fase terang 72 persen akan terbenam sebelum fajar.
Selain Eta Aquarids, hujan meteor Eta Lyrids juga akan menghiasi langit awal Mei. Meskipun intensitasnya rendah—sekitar 3 meteor per jam—posisinya yang berdekatan dengan fase bulan baru membuat langit lebih gelap dan ideal untuk pengamatan, terutama di belahan Bumi utara.
Bulan Bunga pada 12 Mei: Purnama Romantis di Tengah Mekarnya Musim Semi
Bulan purnama yang muncul pada 12 Mei 2025 dikenal sebagai Bulan Bunga. Nama ini merujuk pada mekar bunga di musim semi di belahan Bumi utara.
Bulan akan mencapai puncaknya pada pukul 16:56 GMT, tetapi dapat dinikmati sepanjang malam sebelum dan sesudah tanggal tersebut.
Uniknya, purnama kali ini juga merupakan mikrobulan, karena terjadi saat Bulan berada di apogee—jarak terjauh dari Bumi.
Hal ini membuatnya tampak sedikit lebih kecil dan redup, meskipun perbedaan ini hampir tak terlihat oleh mata biasa.
Bulan Baru 27 Mei: Waktu Ideal Mengamati Langit Gelap
Bulan baru akan terjadi pada 27 Mei pukul 03:02 GMT. Malam ini akan menjadi malam tergelap sepanjang bulan, menjadikannya waktu terbaik untuk mengamati objek langit dalam seperti nebula dan galaksi.
Langit yang bebas dari cahaya bulan membuka peluang melihat Merkurius, Saturnus, bahkan Uranus dengan mata telanjang dari tempat yang minim polusi cahaya.
Jika Anda memiliki teleskop, fenomena langit seperti Nebula Carina di belahan Bumi utara atau Galaksi Kincir Angin Selatan di belahan selatan bisa menjadi target menarik.










