CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Media sosial digemparkan oleh sebuah video yang menunjukkan aksi dugaan penganiayaan terhadap seekor kuda oleh seorang pria di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Aksi kekerasan tersebut terjadi di kawasan Gang Mukodar 3, Jalan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Minggu (4/5/2025) dan langsung menuai kecaman dari warganet.
Dalam video berdurasi 28 detik yang beredar luas, tampak seorang pria berbaju merah menarik tali kekang kuda secara kasar dan beberapa kali melakukan pemukulan.
Kuda yang tampak kelelahan itu sempat mencoba menjauh, namun pelaku kembali mengejarnya dan mengulangi tindak kekerasan tersebut.
Warga sekitar menyebutkan bahwa kejadian bermula saat kuda tersebut enggan mengantar penumpang, diduga karena kelelahan. Pelaku pun tampak emosi dan melampiaskan kekesalannya dengan kekerasan.
“Memang sering ke sini, tapi bukan orang sini. Kudanya kayak capek, terus dia marah, mukul-mukul itu kuda,” ujar Indah Dewi, salah seorang warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Kemarahan warganet pun memuncak setelah video itu viral di berbagai platform media sosial.
Banyak yang mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak pelaku dan memastikan hewan tersebut mendapat perlindungan.
Pihak kepolisian dari Polsek Cimahi Selatan telah menerima laporan masyarakat terkait kejadian ini. Kapolsek Cimahi Selatan membenarkan bahwa kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mengumpulkan keterangan saksi. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujar seorang petugas dari Polsek Cimahi Selatan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap hewan dan edukasi publik mengenai perlakuan yang layak terhadap satwa. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














