WWW.PASJABAR.COM – Konflik antara grup K-pop NewJeans (NJZ) dan agensinya, ADOR, terus berlanjut tanpa titik temu.
Dalam sidang kedua yang digelar di Divisi Perjanjian Sipil ke-41 Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Kamis (5/6/2025), pihak NewJeans secara tegas menolak usulan damai yang diajukan pengadilan.
Meski pengadilan berupaya mendamaikan kedua belah pihak, perwakilan hukum NewJeans menyatakan tidak akan mundur.
Mereka menegaskan bahwa kepercayaan terhadap ADOR telah hilang sepenuhnya. Dan hubungan profesional di antara mereka tidak dapat dipulihkan.
“Kepercayaan dalam hubungan ini telah rusak, jadi kami telah melewati jembatan yang tidak dapat kembali,” ujar perwakilan hukum NJZ. “Kami akan berkonsultasi kembali dengan klien kami, namun kemungkinan mencapai kesepakatan sangat kecil.”
Di sisi lain, pihak ADOR menyatakan bahwa putusan pengadilan nanti dapat membuka peluang bagi tercapainya penyelesaian.
Mereka mengisyaratkan tetap terbuka terhadap resolusi damai. Namun menunggu hasil akhir dari proses hukum yang tengah berjalan.
Permintaan Klarifikasi
Dalam sidang tersebut, pengacara NewJeans mengajukan 15 permintaan klarifikasi terhadap ADOR, yang tiga di antaranya diterima oleh pengadilan.
Ketiga poin itu meliputi delegasi kontrak kepada mantan CEO Min Hee-jin, penjelasan dampak pemecatan terhadap grup. Serta langkah ADOR dalam merespons dugaan plagiarisme konsep oleh grup lain.
Namun, permintaan lain seperti dugaan manipulasi media dan struktur dewan direksi ditolak pengadilan. Karena dianggap emosional dan berada di luar ruang lingkup perjanjian hukum.
Sebelumnya, pada 31 Mei, pengadilan mengabulkan permintaan ADOR untuk menerapkan indirect compulsory enforcement terhadap NewJeans.
Artinya, setiap aktivitas hiburan tanpa persetujuan ADOR dapat dikenai denda hingga 1 miliar KRW (sekitar Rp11,7 miliar) per anggota, per pelanggaran.
Hal ini merujuk pada penampilan kejutan NJZ di ComplexCon Hong Kong pada Maret lalu, di mana mereka membawakan lagu baru “Pit Stop”.
Hingga kini, NewJeans dilarang melakukan aktivitas hiburan tanpa izin ADOR selama proses hukum berlangsung. Persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 24 Juli 2025 pukul 16.00 waktu Korea Selatan (14.00 WIB).
Konflik ini berawal sejak NewJeans melakukan siaran langsung pada November 2024 dan menuduh ADOR melanggar kontrak.
Kelima anggota — Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein — kemudian menggunakan nama baru NJZ dan membuka akun media sosial independen untuk tetap berinteraksi dengan penggemar.
Perseteruan ini terus menjadi sorotan luas di industri K-pop. Karena dampaknya yang potensial terhadap model kontrak idola dan struktur agensi di masa depan. (han)










