Bandung, www.pasjabar.com — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Provinsi Jawa Barat memasuki hari kedua dengan kendala serius.
Sejak pagi hingga siang hari, Rabu (11/6/2025), banyak sekolah mengalami gangguan sistem, termasuk SMKN 1 Kota Bandung yang melaporkan website pendaftaran tidak bisa diakses karena server down.
Website SPMB Disdik Jabar Sulit Diakses Sejak Pagi
Gangguan ini terjadi sejak pagi hari dan terus berlanjut hingga siang, membuat proses pendaftaran di sejumlah sekolah terganggu.
Ketua Pelaksana SPMB SMKN 1 Bandung, Roni Surayana, menyampaikan bahwa server Disdik Jabar tidak mampu menangani lonjakan trafik dari seluruh Jawa Barat.
Akibatnya, banyak calon siswa dan orang tua kesulitan mengakses sistem.
“Server down ini sudah terjadi sejak hari pertama, meskipun saat itu hanya berlangsung sebentar. Tapi hari ini lebih parah, dari pagi sampai siang website sulit diakses,” ujar Roni.
Tak hanya SMKN 1 Bandung, sejumlah sekolah lain di Kota Bandung juga mengalami hal serupa. Banyak orang tua akhirnya memilih datang langsung ke sekolah untuk memastikan proses pendaftaran anaknya tetap berjalan.
Disdik Jabar Diminta Segera Evaluasi
Masalah ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena batas waktu pendaftaran SPMB cukup singkat dan padat.
Jika server tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan semakin banyak siswa yang terhambat dalam proses seleksi tahap pertama.
Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera melakukan evaluasi menyeluruh dan meningkatkan kapasitas server agar kejadian serupa tidak terulang di hari-hari berikutnya.
SPMB 2025 menggunakan sistem daring terintegrasi yang ditujukan untuk menjaring calon peserta didik baru dari seluruh wilayah Jawa Barat.
Namun jika infrastruktur digital tidak siap, sistem ini justru menjadi penghambat.
Calon Orang Tua Murid Datangi Sekolah di Cimahi karena Server Error

Tak hanya di Bandung, gangguan server juga dikeluhkan para calon orang tua murid di Kota Cimahi.
Pada hari kedua pendaftaran, puluhan orang tua mendatangi sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan, salah satunya SMKN 3 Cimahi, untuk mendaftarkan anak-anak mereka secara langsung.
Mereka datang untuk memastikan data yang diinput secara daring sudah tercatat, karena di hari pertama dan kedua, situs Disdik Jabar sulit diakses.
Situasi serupa masih terjadi pada hari ketiga. Beberapa orang tua terlihat mendatangi sekolah untuk mengecek kembali status pendaftaran anak mereka.
Salah satunya adalah Vera, calon orang tua murid, yang sengaja datang ke sekolah karena merasa khawatir data pendaftaran tidak masuk akibat website yang error.
Wakil Kepala Humas SMAN 2 Cimahi, Siti Nurelah, membenarkan bahwa server website pendaftaran mengalami gangguan pada hari pertama dan kedua.
Namun, ia menyampaikan bahwa per Kamis siang (12/6/2025), kondisi website sudah mulai kembali normal.
“Hari ini sudah berangsur normal, orang tua yang datang lebih sedikit dibanding kemarin,” ujarnya.
Tahap pertama pendaftaran calon peserta didik baru ini mencakup jalur afirmasi, domisili, dan mutasi, yang akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang.
Para orang tua berharap agar server tidak kembali mengalami gangguan, sehingga proses pendaftaran bisa berjalan lancar tanpa perlu datang langsung ke sekolah. (uby)












