www.pasjabar.com — Piala Dunia Antarklub 2025 kembali jadi sorotan, bukan karena permainan di lapangan, melainkan sepinya stadion. Teranyar, laga antara Ulsan HD vs Mamelodi Sundowns di Orlando hanya disaksikan oleh sekitar 3 ribu penonton—angka yang sangat kecil untuk turnamen sebesar ini.
Stadion Berkapasitas 25 Ribu Hanya Diisi 3.412 Orang
Pertandingan Grup F antara Ulsan HD (Korea Selatan) menghadapi Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan) digelar di Inter&Co Stadium, Orlando, pada Rabu (18/6/2025) pagi WIB.
Berdasarkan laporan FIFA, hanya 3.412 orang yang hadir di stadion berkapasitas 25.500 kursi. Itu berarti hanya sekitar 13% kapasitas yang terisi.
Kontributor media Afrika, Maher Mezahi, bahkan sempat mengunggah video yang memperlihatkan betapa lengangnya tribune.
Ia menyebut hanya melihat 97 orang di awal, sebelum akhirnya stadion agak terisi menjelang kick off.
Laga Sempat Tertunda, Cuaca Jadi Kendala
Tak hanya soal jumlah penonton, laga ini juga sempat mengalami penundaan selama satu jam. Faktor cuaca menjadi penyebab utama, yang membuat kick off harus dimundurkan.
Situasi ini semakin memperparah suasana di stadion yang memang sudah sepi sejak awal.
Padahal, sebagai ajang yang disebut “mini Piala Dunia antar klub”, ekspektasi FIFA terhadap atmosfer dan antusiasme penonton tentu tinggi. Sayangnya, hal tersebut belum tercapai di laga-laga tertentu.
Netizen Nyinyir: “Lebih Ramai Liga Kampung!”
Tak butuh waktu lama, media sosial langsung diramaikan komentar nyinyir dari para netizen. Banyak yang menyindir pemilihan lokasi pertandingan oleh FIFA yang dinilai kurang tepat.
“Memang berapa banyak penggemarnya di Orlando? 200 orang?” tulis salah satu netizen.
“Saya melihat kerumunan yang lebih besar di pertandingan non-liga ketimbang ini,” sindir lainnya.
Komentar semacam ini terus bermunculan, memperlihatkan kekecewaan publik terhadap pelaksanaan turnamen yang semestinya menjadi panggung megah klub-klub dari seluruh dunia.
Kontras Tajam dengan Laga PSG vs Atletico Madrid
Menariknya, ketimpangan jumlah penonton begitu terasa bila dibandingkan dengan laga Paris Saint-Germain vs Atletico Madrid yang digelar di Rose Bowl, Pasadena.
Pertandingan itu mampu menghadirkan lebih dari 80 ribu penonton, bukti bahwa antusiasme bisa tinggi—asal laga yang digelar relevan dengan demografi lokal.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah FIFA sudah tepat dalam menyusun format dan lokasi pertandingan untuk Piala Dunia Antarklub edisi 2025 ini?












