www.pasjabar.com — Perbandingan harga pasaran antara Mauro Zijlstra dan Ole Romeny tengah jadi sorotan. Keduanya sama-sama diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia, namun nilai pasar mereka bak bumi dan langit.
Penasaran siapa yang lebih mahal? Simak ulasan lengkap perbandingan harga dua penyerang muda tersebut berikut ini.
Harga Pasaran Mauro Zijlstra di FC Volendam

Mauro Zijlstra merupakan penyerang muda keturunan Indonesia yang saat ini memperkuat FC Volendam U-21.
Ia tampil cemerlang di musim 2024/2025 dengan catatan 17 gol dan 7 assist dari 28 penampilan di berbagai kompetisi.
Tak hanya bersinar di level junior, Mauro juga sempat mencicipi tim utama FC Volendam dan tampil enam kali di Liga 2 Belanda.
Kontribusinya membantu Volendam promosi ke Eredivisie musim depan patut diapresiasi.
Meski prestasinya menjanjikan, harga pasaran Mauro Zijlstra di Transfermarkt per 6 Juli 2025 masih terbilang rendah, yakni Rp1,30 miliar.
Nilai ini diperkirakan akan meningkat seiring proses naturalisasi dan potensinya bersama Timnas Indonesia U-23.
Nilai Pasar Ole Romeny Jauh Lebih Tinggi

Berbanding terbalik dengan Mauro, Ole Romeny memiliki harga pasaran yang jauh lebih tinggi.
Menurut Transfermarkt, penyerang milik Oxford United itu bernilai Rp20,86 miliar.
Bahkan, harga tertingginya sempat mencapai Rp26,07 miliar.
Romeny sudah mencatat 14 penampilan bersama Oxford sejak direkrut Januari 2025 dan mencetak satu gol.
Di level internasional, dia tampil lebih tajam dengan torehan tiga gol dari empat laga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Potensi Mauro Zijlstra Menuju Level Lebih Tinggi
Meski perbedaan harga cukup mencolok, Mauro Zijlstra memiliki peluang besar untuk menyusul jejak Ole Romeny.
Performanya bersama Volendam U-21 dan tim senior menunjukkan bahwa Mauro memiliki insting gol yang tajam.
Dengan bergabung ke Timnas U-23 dan peluang bermain reguler di level internasional, bukan tidak mungkin harga pasaran Mauro akan melonjak drastis dalam waktu dekat.
Siapa Lebih Layak Jadi Andalan Timnas?
Saat ini, Ole Romeny jelas lebih unggul dari sisi pengalaman dan nilai pasar.
Namun, Mauro Zijlstra masih berusia 20 tahun dan punya waktu serta ruang berkembang.
Jika diasah dengan baik, Mauro bisa menjadi aset jangka panjang bagi Timnas Indonesia.
Menarik dinanti kiprah keduanya saat mengenakan seragam Merah Putih.
Apakah Mauro akan jadi pelapis ideal untuk Romeny, atau justru menjadi pesaing utama di lini depan Garuda?












