JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang perubahan besar diprediksi akan melanda skuad Garuda seiring dengan kabar penunjukan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada rentang tanggal 5 hingga 7 Januari 2026 mendatang.
Dengan kontrak berdurasi 2+2 tahun, kehadiran mantan pelatih Timnas Kanada ini menjadi sinyal waspada bagi sejumlah pemain langganan Timnas Indonesia.
Herdman dikenal sebagai pelatih yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan taktik dan kebugaran fisik yang luar biasa.
Gaya kepelatihannya yang menuntut intensitas tinggi disinyalir akan membuat beberapa nama pemain naturalisasi “kesayangan” di era sebelumnya terancam kehilangan tempat.
Kriteria Fisik John Herdman: Alarm Bahaya bagi Stefano Lilipaly
Kriteria utama John Herdman dalam memilih pemain adalah ketahanan fisik untuk bermain selama 90 menit dengan intensitas tinggi. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemain senior seperti Stefano Lilipaly (35).
Meskipun tampil gemilang bersama Dewa United di liga domestik, faktor usia menjadi kendala utama bagi Lilipaly untuk memenuhi standar “sepak bola lari” yang diusung Herdman.
Kekhawatiran ini sejalan dengan pandangan mantan pelatih Timnas, Shin Tae-yong, yang sebelumnya juga sempat menepikan Lilipaly karena alasan fisik.
“Untuk level internasional melawan tim kuat, pemain dituntut memiliki fisik yang sangat prima. Jika secara fisik sulit bersaing, maka akan sangat melelahkan bagi pemain tersebut,” ungkap sebuah catatan teknis mengenai performa sang pemain.
Di bawah kendali Herdman, peluang Lilipaly untuk kembali berseragam Garuda diprediksi semakin menipis.
Mauro Zijlstra dan Masalah Jam Terbang di FC Volendam
Nama kedua yang masuk dalam radar pencoretan adalah penyerang muda Mauro Zijlstra.
Salah satu syarat mutlak John Herdman adalah memilih pemain yang menjadi pilar utama di klubnya masing-masing.
Sayangnya, hingga pertengahan musim 2025/2026, Zijlstra belum mampu menembus tim senior FC Volendam.
Statistik mencatat Zijlstra lebih banyak menghabiskan waktu di tim U-21.
Performa sang pemain saat membela Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2025 lalu juga dinilai masih jauh di bawah standar yang diharapkan untuk level internasional.
Jika tidak segera mendapatkan menit bermain reguler di level kompetitif senior, posisi Zijlstra kemungkinan besar akan digantikan oleh pemain lain yang lebih siap tempur.
Persaingan Lini Tengah: Posisi Marc Klok Semakin Terhimpit
Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, menjadi nama ketiga yang berpotensi terpental dari rencana besar John Herdman.
Kendala utama Klok bukan hanya soal gaya main, melainkan ketatnya persaingan di sektor lini tengah Timnas Indonesia saat ini.
Kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Joey Pelupessy, Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On, hingga Ivar Jenner membuat persaingan di posisi gelandang menjadi sangat padat.
Dengan Herdman yang lebih menyukai pemain dengan mobilitas tinggi dan kemampuan box-to-box yang eksplosif, Marc Klok harus berjuang ekstra keras jika ingin mendapatkan kembali tempatnya di skuad utama.
Era Baru 2026: Membangun Skuad yang Kompetitif
Perombakan yang mungkin dilakukan John Herdman merupakan bagian dari visi jangka panjang PSSI untuk membangun Timnas Indonesia yang lebih kompetitif di level Asia.
Herdman tidak hanya akan memimpin tim senior, tetapi juga bertanggung jawab atas tim U-23, sehingga sinkronisasi antarlini usia menjadi sangat penting.
Bagi para pemain, kehadiran pelatih baru berarti lembaran baru.
Standar tinggi yang dibawa Herdman dari pengalaman Piala Dunia-nya akan menjadi tolok ukur baru.
Januari 2026 akan menjadi awal dari pembuktian, siapa pemain yang mampu beradaptasi dengan filosofi “sepak bola modern” ala John Herdman dan siapa yang harus merelakan tempatnya.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h












