WWW.PASJABAR.COM – Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menyatakan harapannya agar Marc Marquez bertahan di tim Ducati hingga akhir kariernya di MotoGP.
Pernyataan ini muncul usai Marquez tampil dominan dan meraih kemenangan ke-95 di Grand Prix—dan ke-69 di kelas utama—pada MotoGP Jerman 2025 di Sachsenring, Minggu (13/7/2025).
Kemenangan tersebut juga istimewa karena menjadi podium kemenangan Marquez di start ke-200 sepanjang kariernya di MotoGP. Dengan hasil ini, ia makin kokoh di puncak klasemen dengan 344 poin. Unggul 83 poin dari Alex Marquez dan 147 poin dari Francesco Bagnaia.
“Ketika dalam kondisi fisik yang bugar, Marc adalah salah satu dari lima pembalap terbaik sepanjang masa. Dalam performa terbaik, ia sangat sulit dikalahkan,” ujar Davide Tardozzi dikutip dari Diario AS.
Meskipun menyebut Marc sebagai pembalap luar biasa, Tardozzi belum ingin menyatakan bahwa Marquez adalah rider terbaik yang pernah bekerja dengannya.
“Saya akan jawab beberapa tahun lagi. Saya berharap Marc tetap di Ducati sampai akhir kariernya,” tuturnya.
Peringatan untuk Marquez
Meski terus meraih kemenangan sempurna—tercatat sebagai kemenangan ganda keempat secara beruntun di Sachsenring musim ini—Tardozzi mengingatkan Marquez agar tetap waspada menghadapi seri-seri selanjutnya.
“Marc sangat dominan di Sachsenring, tapi akan ada sirkuit lain di mana rider lain bisa lebih cepat. Penting baginya untuk tetap tenang dan tak membuat kesalahan,” kata Tardozzi dilansir Motosan.
Bagnaia Masih Dilingkupi Tanda Tanya
Sementara itu, rekan satu timnya, Francesco Bagnaia, hanya mampu finis di posisi ketiga. Setelah memanfaatkan kecelakaan yang dialami Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez.
Meskipun podium ini sedikit mengobati hasil buruk di Sprint Race—di mana ia finis ke-12—Tardozzi menegaskan Ducati belum memahami sepenuhnya mengapa Bagnaia kesulitan di Sachsenring.
“Kami tidak tahu pasti masalahnya. Bagnaia mengeluhkan kehilangan grip ban belakang. Hari ini lebih baik. Tapi sepertinya ia masih terbayang hasil balapan kemarin, dan memilih bermain aman,” jelas Davide Tardozzi kepada TNT Sports.
Dengan hanya satu kemenangan di 11 seri pertama musim ini, performa Bagnaia musim ini menjadi bayang-bayang dari musim lalu. Di mana ia memenangkan 11 balapan dan menjadi juara dunia.
Kini, di tengah dominasi Marquez dan ketidakpastian performa, masa depan Bagnaia di Ducati mulai dipertanyakan. Jika performanya tidak membaik, bukan tak mungkin ia kehilangan kursinya di tengah perubahan regulasi MotoGP yang akan datang pada 2027.
“Bagnaia sudah mencoba lebih mempercayai para insinyur untuk menemukan solusi, tapi sejauh ini belum berhasil. Sulit mempertahankan motivasi saat rekan setim terus mendominasi,” kata sumber internal Ducati kepada Corsedimoto. (han)












