WWW.PASJABAR.COM – Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global EssilorLuxottica serta rumah mode mewah Gucci.
Kolaborasi ini disebut sebagai upaya untuk memperkuat daya tarik produk wearable sekaligus menjadikannya bagian dari gaya hidup premium.
Kolaborasi Teknologi dan Industri Mode
Mengutip laporan Gizmodo (16/4/2026), proyek kacamata pintar hasil kerja sama Google dan Gucci direncanakan hadir dengan desain khas rumah mode Italia tersebut. CEO Gucci, Luca de Meo, menyebut perangkat itu baru akan dirilis pada 2027.
Sehingga tidak termasuk dalam peluncuran awal Android XR yang dijadwalkan tahun ini.
Langkah ini mengikuti pola serupa yang sebelumnya dilakukan Meta melalui kerja sama dengan Ray-Ban dan Oakley dalam menghadirkan kacamata pintar berbasis gaya hidup.
Bedanya, Gucci diposisikan pada segmen yang lebih eksklusif, sehingga produk ini diperkirakan menyasar pasar kelas atas. Dengan harga lebih tinggi dibandingkan model awal Google bersama Warby Parker dan Gentle Monster.
Meski detail fitur belum diungkap, perangkat tersebut disebut akan tetap mengedepankan integrasi teknologi Android XR. Sembari membawa identitas desain fashion luxury sebagai nilai jual utama.
Strategi Gaya Hidup dan Tantangan Pasar
Pendekatan ini menandai perubahan strategi Google yang tidak hanya menempatkan kacamata pintar sebagai perangkat teknologi. Tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem gaya hidup modern.
Pola ini sebelumnya telah digunakan Apple melalui kolaborasi Apple Watch Hermès yang menargetkan segmen premium.
Namun, pasar kacamata pintar kelas atas masih menghadapi ketidakpastian. Sejumlah pengamat menilai adopsi konsumen terhadap perangkat wearable berbasis AI dan augmented reality masih berkembang secara bertahap.
Google sendiri memiliki tantangan tambahan terkait persepsi publik terhadap privasi data, terutama sejak kegagalan komersial Google Glass lebih dari satu dekade lalu.
Karena itu, kolaborasi dengan merek fesyen dinilai sebagai upaya untuk membangun kembali citra produk. Sekaligus memperluas penerimaan pasar terhadap teknologi wearable generasi baru. (han)












