Bandung Barat, www.pasjabar.com – Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah membanjiri kawasan Pusdikpassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, untuk menyaksikan secara langsung perhelatan akbar Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer 2025. Acara yang dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ini sukses menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin melihat aksi heroik para prajurit TNI.
Antusiasme publik sudah terlihat sejak dini hari. Sejak pukul 04.00 pagi, warga sudah memadati lokasi, rela berjalan kaki jauh menembus area persawahan demi mendapatkan posisi terbaik di Lapangan Udara Suparlan. Kehadiran mereka tak lain didorong oleh rasa penasaran dan bangga, ingin menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan oleh prajurit terbaik dari tiga angkatan—Darat, Laut, dan Udara.
Acara dibuka dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga dari sejumlah pesawat jet tempur yang melintas di atas langit, menjadi penanda dimulainya aksi spektakuler. Lebih dari 20.000 prajurit TNI terlibat dalam operasi skala besar ini, menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai simulasi, mulai dari terjun payung, simulasi pertempuran, hingga penanggulangan terorisme yang memukau ribuan pasang mata.
Pesan Keras Presiden Prabowo: TNI Siap Mati Demi Rakyat
Perhelatan akbar ini bukan hanya sekadar unjuk kebolehan, melainkan juga momentum penting bagi institusi militer. Selain Presiden Prabowo Subianto, hadir pula sejumlah tokoh penting negara seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, serta Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo memimpin langsung pemeriksaan ribuan pasukan TNI. Dengan suara tegas dan berwibawa, Presiden Prabowo menegaskan komitmen dan kesiapan TNI untuk menjaga kedaulatan negara. “TNI siap mati demi rakyat,” sebuah pesan yang menggema dan disambut dengan semangat membara oleh para prajurit serta seluruh masyarakat yang hadir. Pesan ini seakan menjadi pengingat bahwa di balik atraksi yang memukau, ada janji suci untuk menjaga keutuhan NKRI.
Dibalik Panggung: Pelantikan Petinggi TNI dan Strategi Pertahanan Nasional
Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer 2025 ini merupakan hajat besar yang melibatkan total sekitar 28.000 prajurit. Acara ini menjadi simbol kesiapan dan profesionalisme TNI dalam menghadapi berbagai tantangan. Namun, ada agenda lain yang tak kalah krusial. Acara ini juga menjadi momen penting di mana Presiden Prabowo melantik dan mengangkat sejumlah petinggi TNI ke dalam jabatan baru.
Pelantikan ini menunjukkan adanya rotasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI, yang sangat penting untuk memastikan strategi pertahanan nasional terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika global. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat dan memodernisasi institusi militer demi menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Antusiasme Warga dan Dampak Positif Bagi Publik

Kehadiran ribuan warga di Pusdikpassus bukan hanya sekadar penonton. Mereka adalah saksi hidup dari kekuatan dan dedikasi TNI. Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan betapa besarnya dukungan rakyat terhadap militer. Masyarakat merasa bangga melihat prajuritnya menampilkan kemampuan terbaik, dan hal ini secara tidak langsung memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat.
Acara seperti ini memiliki dampak positif yang signifikan. Selain menjadi hiburan dan tontonan yang edukatif, juga menumbuhkan rasa patriotisme dan kebanggaan nasional. Melalui pertunjukan kekuatan ini, TNI tidak hanya menunjukkan kesiapan tempur, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Momen ini menegaskan bahwa TNI adalah garda terdepan penjaga kedaulatan, yang selalu siap siaga untuk rakyat dan negara. (Uby)












