Bandung, www.pasjabar.com — Kepanikan melanda sebuah pabrik es batu di Jalan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (10/10) petang. Sebuah tangki gas di dalam area pabrik mengalami kebocoran dan mengeluarkan gas amonia, yang segera menimbulkan kepulan asap putih serta bau menyengat di sekitar lokasi.
Situasi tersebut membuat para pekerja panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya bahkan sempat mengalami kesulitan bernapas akibat paparan gas amonia yang pekat di udara.
Menurut kesaksian para pekerja, insiden terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kebocoran sebelumnya.
Dalam hitungan detik, area sekitar tangki dipenuhi asap putih tebal dan bau menusuk.
Sebagian pekerja langsung menuju pintu keluar, sementara beberapa lainnya sempat berusaha mematikan mesin produksi sebelum akhirnya menyelamatkan diri.
Petugas Damkar Evakuasi Pekerja
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung segera datang ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat dan pihak pabrik.
Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh pekerja ke area yang lebih aman.
Kabid Pemadam Kebakaran Kota Bandung, Leonard, mengatakan dari total sekitar 50 karyawan yang sedang bekerja, sempat ada tiga orang yang dilaporkan terjebak di dalam area pabrik.
Namun, setelah dilakukan penyisiran dan pengecekan menyeluruh, ketiganya berhasil menyelamatkan diri.
“Awalnya kami menerima laporan ada tiga pekerja yang belum keluar. Tapi setelah kami sisir area, ternyata mereka berhasil keluar dengan memanjat tembok pabrik di sisi sebelah,” jelas Leonard di lokasi kejadian.
Bahaya Gas Amonia Bagi Kesehatan
Gas amonia merupakan senyawa kimia yang berbahaya jika terhirup dalam jumlah besar. Paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, tenggorokan, hingga gangguan pernapasan serius.
Karena itu, petugas Damkar sempat menahan seluruh pekerja agar tidak kembali masuk ke area pabrik selama satu jam, hingga kondisi benar-benar aman dan udara di sekitar pabrik dinyatakan bersih.
Leonard menambahkan, timnya juga melakukan penyemprotan air untuk membantu mengurai gas amonia di udara agar tidak menyebar ke pemukiman warga sekitar.
Tidak Ada Korban Jiwa, Namun Pekerja Trauma
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka berat. Namun, sejumlah pekerja mengaku masih trauma akibat bau menyengat dan kepanikan yang sempat terjadi di lokasi.
Aktivitas produksi di pabrik pun dihentikan sementara hingga penyelidikan penyebab kebocoran selesai dilakukan oleh pihak berwenang.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya agar lebih memperhatikan sistem keamanan dan pemeliharaan alat produksi, termasuk tangki penyimpanan gas.












