Liverpool, www.pasjabar.com – Pelatih Liverpool, Arne Slot, tengah menghadapi ujian terberat sejak resmi menangani klub raksasa Premier League tersebut.
Setelah awal musim yang menjanjikan, performa The Reds anjlok tajam dengan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris, termasuk yang terbaru saat tumbang 2-3 dari Brentford di Gtech Community Stadium, Sabtu (25/10/2025).
Kekalahan tersebut tidak hanya memperpanjang tren buruk Liverpool di liga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Inggris.
Dari Awal Gemilang Jadi Krisis Empat Kekalahan
Liverpool sejatinya sempat tampil meyakinkan di awal musim. Kombinasi pemain lama dan rekrutan baru seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Milos Kerkez sempat membuat mereka difavoritkan mempertahankan gelar juara Premier League.
Namun, setelah kekalahan dari Crystal Palace, Chelsea, Manchester United, dan terakhir Brentford, The Reds kini terlempar dari empat besar klasemen sementara.
Slot menilai kekalahan dari Brentford menjadi yang paling menyakitkan karena timnya gagal mengimbangi agresivitas lawan.
“Saya sudah sering mengatakan, banyak tim kini tahu cara untuk meredam kami,” ujar Slot usai laga.
“Strategi mereka sangat efektif, dan kami belum menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Kebobolan cepat di lima menit awal tentu tidak membantu.”
Meski sempat mencetak dua gol lewat Milos Kerkez dan Mohamed Salah, Liverpool tetap gagal menutup celah di lini belakang yang berujung pada kekalahan keempat beruntun.
Arne Slot Akui Pertahanan Jadi Biang Masalah
Musim ini, Liverpool tercatat selalu tertinggal lebih dulu dalam empat kekalahan terakhirnya di Premier League.
Slot menyadari bahwa timnya terlalu mudah kebobolan di awal laga — faktor yang membuat rencana permainan agresif mereka tidak berjalan.
“Kami kehilangan fokus di momen-momen penting. Gol cepat mengubah arah pertandingan dan memaksa kami bermain dari posisi tertekan,” ujarnya.
Masalah di lini belakang Liverpool semakin mencolok karena rotasi pemain baru belum membuahkan hasil maksimal.
Kerkez, misalnya, masih beradaptasi di posisi bek kiri, sementara duet bek tengah belum menemukan chemistry solid sejak ditinggal Virgil van Dijk karena cedera.
Belanja Mahal, Hasil Belum Maksimal
Liverpool sejatinya menjadi salah satu klub dengan belanja terbesar musim panas lalu, menggelontorkan lebih dari 400 juta poundsterling untuk memperkuat skuad.
Nama-nama seperti Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Alexander Isak, dan Milos Kerkez diharapkan bisa menjadi fondasi generasi baru di bawah Arne Slot.
Namun, investasi besar tersebut belum menunjukkan hasil berarti. The Reds tampak kehilangan keseimbangan antara menyerang dan bertahan, sementara tekanan pada Slot semakin besar.
Kini, mereka telah menelan empat kekalahan dari sembilan laga pertama — angka yang sama dengan total kekalahan sepanjang musim lalu di era Jurgen Klopp.
Arne Slot Dituntut Bangkit
Dengan jadwal padat yang menanti di Premier League dan Liga Champions, Slot dituntut segera menemukan solusi.
Jika tidak, peluang Liverpool mempertahankan gelar juara bisa menguap lebih cepat dari yang diperkirakan.
“Kami harus bekerja lebih keras di latihan, memperbaiki fokus, dan menyesuaikan strategi. Semua orang di klub tahu tekanan itu besar, tapi kami harus tetap bersatu,” tutup Slot.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














