WWW.PASJABAR.COM – Kisah tak menyenangkan tengah dijalani Ramon Tanque bersama Persib Bandung. Berstatus sebagai top skor di Liga Kamboja, penyerang asal Brasil itu tak kunjung mencetak gol.
Ia benar-benar jadi pesakitan. Setelah Super League 2025/2026 memasuki pekan ke-10, Ramon Tanque belum mampu mencetak gol.
Sejumlah peluang yang didapatkannya pada akhirnya lebih banyak terbuang percuma. Jika tak digagalkan kiper, peluangnya melenceng.
Kritik demi kritik pun terus membanjirinya. Ia dinilai berpenampilan garang, tapi tak seganas torehan golnya di lapangan.
Terlebih, ia datang ke Persib dengan ekspektasi tinggi. Bahkan, ia digadang-gadang merupakan perpaduan David da Silva dan Ciro Alves yang sempat jadi andalan Persib.
Namun peluang untuk pecah telur itu sempat tercipta di laga Persib vs Persis Solo di Stadion GBLA, Senin (27/10/2025). Ia mencetak gol lewat sundulan.
Sial, wasit menganulir gol itu. Tak ada VAR yang dilihat sang pengadil lapangan. Namun sang wasit mengambil keputusan, gol itu dianulir. Selebrasi yang dilakukan pun tak bermakna apa-apa.
Kini, Ramon Tanque harus menunggu momen-momen berikutnya untuk mencetak gol. Pelatih Bojan Hodak pun sabar menantikannya.
Ia menilai seorang striker terkadang butuh momentum untuk mencetak gol perdana. Setelah itu, keran gol akan terus mengalir. Ia mencontohkan hal itu seperti Uilliam Barros.
“Untuk seorang striker, memang dia bisa saja kesulitan mencetak gol. Tapi ketika sudah bisa mencetak gol, dia bisa saja terus mencetak gol, itu yang terjadi kepada Barros,” kata Bojan Hodak.
Namun, mungkin situasi berbeda dialami Ramon Tanque. Ia sejauh ini belum menemukan momentum tepat untuk mencetak gol.
Itu tidak terlepas dari gaya bermain sang pemain serta strategi yang diterapkan di lapangan. Sehingga, belum harinya bagi Ramon Tanque menjebol gawang lawan.
Masih Tampil Bagus
Meski tak mencetak gol, sejauh ini Ramon Tanque dinilai tampil bagus, termasuk di laga kontra Persis. Sang pemain bekerja ekstra keras menjalankan peran yang dipercayakan.
Bojan Hodak bahkan tak ragu menyebut Ramon Tanque bermain fantastis. Ia tak kenal lelah, tanpa kompromi, kerap hadir di berbagai jengkal di lapangan.
Namun hal itu rupanya berdampak pada hal lain. Ramon Tanque kesulitan mencetak gol karena terlalu bekerja keras dengan perannya yang lain.
“Dia juga pada akhirnya memiliki dua hingga tiga peluang emas, tapi mungkin karena dia berlari terlalu banyak maka dia tidak cukup segar ketika melakukan penyelesaian akhir,” jelas Bojan Hodak.
Ia pun menegaskan tak punya kekecewaan terhadap Ramon. Sebaliknya, ia percaya dan merasa senang dengan performanya selama ini.
“Secara keseluruhan, saya cukup senang terhadapnya,” tandas Bojan Hodak. (ars)












