• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Minggu, Mei 10, 2026
PASJABAR
No Result
View All Result
h
  • Login
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Mengungkap Jejak Radio Kolonial di Tengah Hutan Cililin: Temu Sejarah Explore #8 Hidupkan Memori Teknologi yang Terlupakan

Mengungkap Jejak Radio Kolonial di Tengah Hutan Cililin: Temu Sejarah Explore #8 Hidupkan Memori Teknologi yang Terlupakan

Komunitas Temu Sejarah Indonesia menggelar kegiatan eksplorasi ke #8 pada Minggu (7/12/2025) di kawasan Curug Sawer, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Dipublikasikan: Rabu. 10 Desember 2025 - 01:48 WIB

BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM— Komunitas Temu Sejarah Indonesia menggelar kegiatan eksplorasi ke #8 pada Minggu (7/12/2025) di kawasan Curug Sawer, Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Berkolaborasi dengan Geowana Ecotourism, kegiatan ini mengajak peserta menelusuri tiga titik historis yang saling terhubung: Gedung Radio NIROM, Curug Sawer, dan Gua Rangkong, ruang-ruang senyap yang menyimpan cerita perkembangan teknologi komunikasi kolonial di Jawa Barat.

READ ALSO

Sejumlah Pengendara Nekat Melawan Arus Saat Razia Pajak Cimahi

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

Pemandu geowisata sekaligus Founder Geowana Ecotourism, Gan-Gan Jatnika, menjelaskan bahwa ketiga lokasi tersebut merupakan bagian dari satu sistem besar komunikasi radio pada masa Belanda. Menurutnya, Radio NIROM merupakan bangunan pemancar radio, sementara sumber listriknya diperoleh dari aliran sungai di Curug Sawer melalui pembangkit listrik mini.

“Gua Rangkong itu bukan tempat menyimpan perangkat radionya, tapi tempat penyimpanan peralatan antena, terutama kabel-kabel yang dibentangkan dari Pasir Ipis ke Gegerpulus. Dua bukit itu jadi titik gantung antenanya,” jelas Gan-Gan.

Ia menambahkan bahwa lorong gua yang digunakan sebagai gudang peralatan itu sebenarnya sangat panjang dan belum diketahui ujungnya.

“Selama ini orang hanya melihat bagian depannya saja. Padahal peran gua itu penting dalam sistem komunikasinya,” ungkapnya.

Gan-Gan juga menekankan nilai sejarah yang kerap terlupakan, khususnya tentang peran teknisi pribumi.

“Bukan hanya Malabar yang punya sejarah komunikasi. Di Cililin ini pun ada. Dan teknisinya banyak pribumi, mereka bukan kuli, tapi engineer yang disekolahkan. Ini kebanggaan kita. Seratus tahun lalu orang pribumi sudah menguasai teknologi komunikasi,” ujarnya.

Berwisata Sejarah di Alam Bebas

Adapun Founder Temu Sejarah, Tiwi Kasavela, menyampaikan bahwa Temu Sejarah Explore #8 memberi warna berbeda dibandingkan edisi sebelumnya.

“Sebelumnya kami mengadakan acara walking tour di pusat kota, di antaranya di Bandung, Solo, Ngawi, Malang, Jakarta, Lembang dan Madiun. Kali ini kami sengaja membawa peserta ke alam untuk menghadirkan pengalaman yang lebih segar, belajar sejarah sambil hiking. Wisata sejarah yang anti-mainstream,” ungkapnya.

Tiwi berharap kegiatan ini semakin membuka wawasan publik tentang sejarah lokal.

“Menjelang ulang tahun kedua, kami ingin tetap eksis, tidak hanya lewat diskusi, tapi juga lewat kegiatan lapangan yang mengajak orang memahami sejarah lewat pengalaman langsung,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi upaya kolaboratif untuk menghidupkan kembali memori teknologi komunikasi kolonial yang nyaris terlupakan, sekaligus mengajak generasi muda melihat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di kota, tetapi juga di rimbun hutan Cililin. (tiwi)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: CililinTemu Sejarahwisata sejarah

Related Posts

HEADLINE

Sejumlah Pengendara Nekat Melawan Arus Saat Razia Pajak Cimahi

Kamis. 7 Mei 2026 - 13:00
HEADLINE

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

Senin. 4 Mei 2026 - 19:00
HEADLINE

Melawan Arus dan Terobos Palang, Pengendara Nyaris Tertemper Kereta

Senin. 4 Mei 2026 - 10:00
PASJABAR

Dari Wakaf ke Ketahanan Ekonomi: Kebun Kelengkeng di Subang Diharapkan Jadi Sumber Beasiswa

Senin. 4 Mei 2026 - 04:19
PASJABAR

Pekan TLM PATELKI Jabar ke-40, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Edukasi Gizi

Senin. 4 Mei 2026 - 03:32
HEADLINE

Ratusan Buruh KASBI Cimahi Berangkat ke DPR RI Rayakan May Day

Jumat. 1 Mei 2026 - 11:00
Next Post
Banjir Bandung Raya

Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Penataan Banjir Bandung Raya Dimulai 2026

POPULAR NEWS

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Kamis. 7 Mei 2026 - 15:24
Sidang Doktor Raden Khemal

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Jumat. 8 Mei 2026 - 19:31
unpas guru besar

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Raudhah Madinah

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

Sabtu. 25 April 2026 - 14:09

EDITOR'S PICK

Pemain Chelsea Nicolas Jackson menerima kartu merah dalam laga Piala Dunia Antarklub melawan Flamengo, Sabtu, 21 Juni 2025. (c) AP Photo/Chris Szagola

2 Kali Kartu Merah! Masa Depan Jackson di Chelsea Terancam?

Senin. 23 Juni 2025 - 19:00
Bryan Mbeumo. (instagram/@bryan_.m19)

Resmi! MU Gaet Bryan Mbeumo Rp1,4 Triliun

Sabtu. 19 Juli 2025 - 20:00
Nano S

Tribute to Nano S: UPTD PKDJB Mengenang Maestro Musik Sunda

Selasa. 5 Agustus 2025 - 14:14
Jalan Nasional Pasirkoja Bandung

Pemudik Motor Padati Jalan Nasional Pasirkoja Bandung Jelang Lebaran

Selasa. 17 Maret 2026 - 09:00

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Saat Hati Bertamu ke Raudhah
  • LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman
  • Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027
  • Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.