www.pasjabar.com — Kekalahan Chelsea dari Flamengo di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 meninggalkan luka yang dalam, tidak hanya karena skor 1-3, tapi juga karena insiden kartu merah yang melibatkan Nicolas Jackson.
Penyerang asal Senegal itu diusir dari lapangan pada menit ke-68 usai dianggap sengaja menginjak Ayrton Lucas. Insiden ini langsung memicu kemarahan dari berbagai pihak, termasuk legenda Chelsea, John Obi Mikel.
John Obi Mikel: Jackson Harus Lebih Profesional
Saat menjadi komentator di DAZN, John Obi Mikel tidak bisa menyembunyikan emosinya. Eks gelandang bertahan Chelsea itu menyebut tindakan Jackson sebagai “sangat bodoh” dan “tidak bisa dimaafkan”.
Mikel menilai Jackson seharusnya sudah belajar dari kartu merah yang ia terima sebelumnya melawan Newcastle United.
“Ini tidak bisa dipercaya. Sangat bodoh, sangat bodoh,” ujar Mikel dengan nada tinggi. “Chelsea klub besar. Jika kamu merasa terancam oleh persaingan pemain baru, hadapi dengan profesional!”
Komentarnya yang penuh emosi membuat presenter Kelly Somers terpaksa menyela dan meminta maaf secara langsung kepada penonton atas bahasa kasar yang sempat digunakan oleh Mikel di siaran langsung.
Kartu Merah Kedua Musim Ini, Masa Depan Jackson Dipertanyakan
Kartu merah ini menjadi yang kedua bagi Jackson hanya dalam hitungan pekan. Sebelumnya, ia juga dikeluarkan saat laga melawan Newcastle.
Dua kartu merah dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan serius soal kedewasaan dan kesiapan mentalnya sebagai striker utama Chelsea.
Kehilangannya di laga penting membuat skuad Chelsea kehilangan daya gempur di lini depan.
Apalagi, turnamen ini adalah ajang bergengsi internasional, di mana tekanan tinggi menuntut kedisiplinan dan ketenangan maksimal dari para pemain.
Jackson Minta Maaf, Tapi Harus Segera Berubah
Usai pertandingan, Jackson langsung mengunggah permintaan maaf terbuka di media sosial. Ia mengaku menyesal dan merasa telah mengecewakan klub, staf, tim, dan para pendukung.
“Saya akan introspeksi, tumbuh, dan kembali lebih kuat untuk klub dan semua yang percaya pada saya,” tulis Jackson.
Namun permintaan maaf saja tak cukup. Dengan dua kartu merah dan performa yang belum konsisten, striker muda itu harus segera membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari proyek jangka panjang Chelsea.












