# Nilai TKA Matematika
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025.
Namun, capaian nilai nasional pada sejumlah mata pelajaran utama justru memunculkan keprihatinan serius, khususnya pada Matematika dan Bahasa Inggris.
Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, rerata nilai TKA Bahasa Inggris wajib hanya mencapai 24,93 dari total 3.509.688 siswa peserta TKA 2025. Sementara itu, rerata nilai Matematika wajib berada di angka 36,10, dan Bahasa Indonesia sebesar 55,38.
Dalam siran persnya, Sabtu (27/12/2025) disebutkan, Angka tersebut dinilai masih jauh dari harapan penguasaan kompetensi dasar peserta didik di jenjang pendidikan menengah.
Rendahnya capaian nilai Matematika dan Bahasa Inggris tersebut menjadi sorotan utama karena kedua mata pelajaran itu merupakan fondasi penting dalam penguatan literasi, numerasi, serta daya saing sumber daya manusia Indonesia di era global dan digital.
Kondisi ini dinilai sebagai alarm bagi dunia pendidikan nasional.
Kemendikdasmen mencatat, capaian nilai tersebut mencerminkan adanya persoalan mendasar dalam proses pembelajaran.
Mulai dari aspek kurikulum, metode pengajaran, hingga kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual.
Tidak Sebatas Laporan Statistik
Menanggapi hasil tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa hasil TKA 2025 tidak boleh dipahami sebatas laporan statistik tahunan.
Menurutnya, rendahnya nilai Matematika dan Bahasa Inggris harus dijadikan bahan evaluasi objektif dan komprehensif terhadap sistem pendidikan nasional.
“Hasil TKA ini adalah alarm. Ketika nilai Matematika hanya di angka 36 dan Bahasa Inggris 24,93, maka ada persoalan serius yang harus dibenahi bersama, bukan hanya oleh sekolah, tetapi juga oleh pemerintah,” tegas Lalu Hadrian.
Legislator dari Daerah Pemilihan NTB II itu menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh yang mencakup kualitas guru, metode pembelajaran, materi ajar, serta sistem pendampingan siswa.
Ia menilai, peningkatan kapasitas tenaga pendidik harus menjadi prioritas apabila kelemahan ditemukan pada proses pengajaran.
Sebaliknya, jika kendala terdapat pada kesiapan siswa, maka pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual perlu diperkuat.
TKA Bukan Label Murid
Sementara itu, Kemendikdasmen melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menegaskan bahwa TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat kepada murid.
Hasil asesmen ini justru menjadi instrumen pemetaan mutu pendidikan yang digunakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data.
Kemendikdasmen memastikan hasil TKA 2025 akan dimanfaatkan untuk memetakan kesenjangan capaian pendidikan antarwilayah serta menjadi dasar peningkatan kualitas pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris secara berkelanjutan.
Pemerintah menilai, tanpa perbaikan serius pada dua mata pelajaran tersebut, upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan berjalan lambat.
Dengan hasil TKA 2025 ini, publik berharap adanya langkah konkret dan terukur agar pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris tidak semata berorientasi pada ujian, melainkan mampu membangun pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara nyata. (tie)
# Nilai TKA Matematika












