BIRMINGHAM, WWW.PASJABAR.COM – Laju Aston Villa di bawah arahan Unai Emery benar-benar tidak terbendung, dan baru saja mencatatkan rekor fantastis. Aston Villa menang beruntun dengan menyapu bersih kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
Performa impresif ini membuat The Villans kini resmi menjadi penantang serius dalam perburuan gelar juara Premier League musim 2025/2026.
Dari 11 kemenangan beruntun tersebut, delapan di antaranya diraih di Liga Inggris, sementara tiga lainnya didapat di ajang Liga Europa.
Pencapaian ini sekaligus menyamai rekor klub yang pernah tercipta pada tahun 1897 dan 1914 silam.
Menariknya, kebangkitan ini terjadi setelah Villa sempat terseok-seok dan gagal meraih kemenangan dalam enam laga pembuka musim ini.
Aston Villa Menang Beruntun, Menempel Ketat Arsenal dan Manchester City
Keberhasilan meraih poin penuh secara konsisten membawa Aston Villa duduk manis di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Inggris.
Hingga pekan ke-18, Ollie Watkins dkk telah mengoleksi 39 poin. Posisi mereka hanya terpaut satu angka dari Manchester City di peringkat kedua dan berselisih tiga poin dari Arsenal yang masih kokoh di puncak klasemen.
Selain menekan duo raksasa tersebut, posisi Aston Villa di zona empat besar juga tergolong sangat aman.
Mereka saat ini unggul tujuh poin dari Liverpool yang membuntuti di peringkat keempat. Stabilitas performa ini membuat banyak pengamat sepak bola mulai memperhitungkan tim asuhan Emery sebagai kandidat kuat juara liga musim ini.
Filosofi Pragmatis: Menang Meski Tidak Bermain Cantik
Striker andalan Aston Villa, Ollie Watkins, mengungkapkan rahasia di balik performa gemilang timnya.
Menurutnya, Villa tidak terlalu peduli dengan estetika permainan di lapangan.
Baginya dan rekan-rekan setim, hasil akhir berupa tiga poin adalah prioritas utama dibandingkan dengan penguasaan bola yang dominan atau permainan yang indah dipandang.
“Saya rasa, tim-tim lain mulai khawatir kalau ketemu kami walau kami tidak memainkan sepakbola yang cantik,” tegas Watkins kepada BBC.
Watkins menilai bahwa mentalitas “yang penting menang” inilah yang membuat lawan sering frustrasi saat menghadapi mereka.
Villa menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan berbagai gaya main lawan demi mengamankan kemenangan.
Unai Emery: Sang Maestro Taktik dan Pembaca Permainan Buat Aston Villa Menang Beruntun
Watkins juga memberikan kredit khusus kepada manajer Unai Emery. Mantan pelatih Arsenal dan Sevilla tersebut dianggap memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca situasi pertandingan dengan cepat.
Emery seringkali melakukan pergantian pemain yang jitu, termasuk menjadikan Watkins sebagai super sub yang mematikan di babak kedua.
Fleksibilitas taktik Emery membuat Aston Villa sulit diprediksi. “Kami hanya fokus untuk menang,” tambah Watkins.
Kemampuan Emery dalam meracik strategi pertahanan yang solid dan serangan balik yang efisien telah mengubah Villa dari tim papan tengah menjadi kekuatan yang sangat ditakuti di Inggris maupun Eropa.
Enggan Bicara Gelar Juara: Fokus Satu Laga ke Laga Berikutnya
Meskipun publik mulai membicarakan peluang juara, Ollie Watkins memilih untuk bersikap membumi.
Ia menyadari bahwa kompetisi Premier League masih menyisakan perjalanan yang sangat panjang.
Baginya, terlalu dini untuk membicarakan trofi di bulan Desember, karena tantangan di putaran kedua akan jauh lebih berat.
“Banyak orang bilang kalau kami bisa menangi gelar, tapi jalannya masih panjang. Kami terus fokus dari satu laga ke laga berikutnya,” tutup Watkins.
Sikap waspada ini menjadi sinyal bahwa Aston Villa ingin tetap menjaga konsistensi tanpa terbebani ekspektasi tinggi, sembari terus mengintip peluang untuk mengudeta posisi Arsenal dan Manchester City di puncak klasemen.












