FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). Trump mengklaim bahwa pasukan militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.
Penangkapan ini diklaim terjadi di tengah serangan udara dan darat berskala besar yang diluncurkan militer AS ke wilayah Venezuela sejak beberapa jam sebelumnya.
Operasi Delta Force dan Sayembara Rp649 Miliar untuk Penangkapan Nicolas Maduro
Menurut laporan CBS News, penangkapan dilakukan oleh Delta Force, unit elite kontraterorisme Angkatan Darat AS.
Trump sebelumnya telah menetapkan hadiah sebesar US$50 juta (sekitar Rp649 miliar) bagi siapapun yang memberikan petunjuk untuk menangkap Maduro, yang oleh Washington dituduh memimpin kartel narkotika internasional.
Hingga saat ini, Trump belum merinci lokasi penahanan Maduro. “Detail lebih lanjut akan menyusul dalam konferensi pers di Mar-a-Lago pukul 11 pagi,” tulis Trump.
Kondisi Caracas: Ledakan di Jantung Kota

Ibu kota Venezuela, Caracas, dilaporkan dalam kondisi mencekam. Saksi mata dan jurnalis lokal melaporkan suara ledakan yang “lebih kuat dari halilintar” mengguncang kota tersebut.
Beberapa titik strategis yang menjadi sasaran serangan meliputi:
-
La Carlota: Lapangan terbang militer di pusat kota.
-
Fuerte Tiuna: Pangkalan militer utama Venezuela.
-
Instalasi Listrik: Menyebabkan pemadaman massal di sejumlah permukiman.
Jurnalis di lokasi menggambarkan suasana sunyi yang mencekam di mana warga hanya berani berkomunikasi melalui pesan singkat sambil mematikan lampu rumah mereka untuk menghindari deteksi.
Respons Pemerintah Venezuela: Deklarasi Keadaan Darurat
Pemerintah Venezuela melalui Wakil Presiden Delcy Rodríguez menyatakan bahwa mereka kehilangan kontak dan tidak mengetahui keberadaan Maduro maupun Ibu Negara. Mereka menuntut bukti fisik atas klaim penangkapan tersebut.
Sebelum “menghilang”, Maduro sempat mengeluarkan dekrit Keadaan Darurat Nasional. Ia menyebut agresi AS sebagai:
-
Upaya Imperialis: Untuk merebut sumber daya minyak dan mineral Venezuela.
-
Pelanggaran Kedaulatan: Menyerukan mobilisasi nasional untuk melawan agresi.
Kronologi Peristiwa (3 Januari 2026)
| Waktu (Estimasi) | Peristiwa |
| Dini Hari | Trump memerintahkan serangan militer ke fasilitas strategis di Caracas. |
| Pagi Hari | Ledakan terdengar di La Carlota dan Fuerte Tiuna; listrik padam. |
| Pagi (Waktu AS) | Trump mengklaim Maduro dan istrinya telah ditangkap militer AS. |
| Pagi (Waktu VZ) | Pemerintah Venezuela mengecam agresi AS di hadapan komunitas internasional. |












