BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung mengklaim jumlah wisatawan yang datang selama periode libur akhir tahun menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan setelah sempat mengalami tekanan sepanjang 2025.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, meskipun data resmi jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses penghitungan, indikasi di lapangan menunjukkan adanya lonjakan signifikan selama masa libur Nataru.
“Lonjakan, alhamdulillah. Kita memang belum mendapatkan angka pastinya, tapi diperkirakan sektor pariwisata kita tumbuh sangat positif, kelihatannya,” ujar Farhan.
Farhan menjelaskan, sektor pariwisata Kota Bandung sempat menghadapi tantangan berat pada 2025. Salah satunya adalah kebijakan efisiensi anggaran di awal tahun yang berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan, terutama saat Ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 29 dan 30 Agustus 2025 turut memengaruhi performa pariwisata, khususnya pada September.
“Kalau kita lihat ke belakang, pariwisata memang sempat mengalami dua pukulan besar. Pertama di awal tahun karena efisiensi, lalu kerusuhan di akhir Agustus yang sangat mempengaruhi performa wisata kita,” katanya.
Pariwisata Mulai Bangkit di Triwulan Akhir
Memasuki triwulan keempat 2025, Farhan menilai sektor pariwisata Kota Bandung mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata dinilai kembali bergerak seiring meningkatnya jumlah wisatawan pada akhir tahun.
“Di tiga bulan terakhir, di triwulan keempat, kelihatannya mulai bangkit lagi. Angka terakhirnya masih kita tunggu, tapi trennya sudah membaik,” ujarnya.
Farhan juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sepanjang 2025. Pada triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,99 persen, meningkat menjadi 5,43 persen pada triwulan kedua, dan berada di angka 5,26 persen pada triwulan ketiga.
Ia berharap, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sepanjang tahun dapat kembali berada di atas 5 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada 2026.
“Ini menjadi modal awal, menjadi papan lompat atau springboard bagi kita untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan,” pungkas Farhan. (rif)












