BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Fenomena judi online dan pinjaman online ilegal yang kian meresahkan masyarakat diangkat secara lugas dan emosional dalam film Menang untuk Kalah.
Lewat film ini, aktor senior Surya Saputra mengingatkan publik bahwa jalan pintas finansial sering kali berujung pada kehancuran hidup.
Film Menang untuk Kalah sendiri akan mulai syuting hari ini Rabu (7/1/2026) yang seluruhnya akan dilaksanakan seluruhnya di Kota Bandung.
Dalam syukuran Film Menang untuk Kalah, Surya Saputra menyebutkan jika filmnya bergenre drama sosial yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.
Surya Saputra berperan sebagai Bima, seorang kepala keluarga yang memiliki niat tulus membahagiakan istri dan anak-anaknya, namun justru terjerumus dalam lingkaran judi online dan pinjol ilegal akibat tekanan ekonomi.
“Bima itu orang baik. Tapi ketika kondisi ekonomi tidak aman, dia memilih solusi yang kelihatannya cepat,” ujar Surya Saputra saat ditemui di Bandung, Selasa (6/1/2026).
Dalam cerita, keputusan Bima mengenal judi online menjadi awal dari rentetan masalah.
Awalnya terasa membantu, namun perlahan justru menyeretnya ke jurang kehancuran, termasuk ketergantungan pada pinjaman online ilegal.
Menurut Surya, alur film tersebut menggambarkan pola klasik judi online yang banyak memakan korban.
Pemain dibuat merasa menang di awal, nyaman, lalu kehilangan segalanya ketika sudah terjebak.
“Dikasih enak dulu. Begitu sudah ke-hook, baru diambil semuanya,” tegasnya.
Kedekatan cerita dengan realitas membuat film ini terasa sangat relevan.
Surya bahkan mengaku pernah merasakan dampak pinjol secara tidak langsung karena anggota keluarganya menjadi korban teror penagihan.
“Bukan saya yang pinjam, tapi ikut kena teror juga. Rasanya capek dan kesal,” ungkapnya.
Meski tokoh Bima digambarkan kerap mengambil keputusan yang membuat penonton gemas, karakter tersebut tetap terasa manusiawi.
“Ia bukan antagonis, melainkan korban keadaan dan pilihan yang salah,” ujarnya.
Lewat film menang untuk kalah, Surya berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapat pesan edukatif bahwa judi online dan pinjaman instan bukan solusi dari masalah hidup.
“Ini bukan sekadar film. Ada pesan penting di dalamnya. Jalan pintas hampir tidak pernah berhasil. Kalau mau sesuatu, ya harus kerja dan berusaha,” pungkasnya.
Film Menang untuk Kalah diharapkan menjadi tontonan reflektif sekaligus pengingat bahwa solusi instan sering membawa konsekuensi panjang yang menyakitkan. (tie)












