CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

pri
27 Januari 2026
Filosofi Tri Tangtu Di Buana: Menelusuri Akar Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Dalam Menjaga Keseimbangan Hubungan Manusia Dengan Alam Semesta

Filosofi Tri Tangtu di Buana. (generate by GeminiAI)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Tri Tangtu di Buana merupakan sebuah konsep filosofis masyarakat Sunda yang menjadi landasan utama dalam mengatur tatanan kehidupan manusia.

Konsep ini secara etimologis memiliki arti tiga ketentuan pasti di dunia yang harus dijalankan demi terciptanya sebuah keharmonisan hidup.

Masyarakat Sunda kuno meyakini bahwa keseimbangan alam semesta hanya dapat terwujud apabila tiga unsur utama kehidupan saling bersinergi bersama.

Ketiga unsur tersebut terdiri dari hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alam.

Penerapan ajaran Tri Tangtu di Buana mencakup berbagai aspek mulai dari kepemimpinan sosial hingga tata kelola lingkungan hidup masyarakat.

Landasan Naskah Kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Sumber tertulis utama mengenai konsep Tri Tangtu di Buana dapat ditemukan secara jelas dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Naskah yang ditulis pada tahun 1518 ini menjelaskan peran penting tiga pemimpin utama dalam struktur sosial masyarakat Sunda kuno.

Tiga pemimpin tersebut dikenal dengan sebutan Rama serta Resi dan Prabu yang masing-masing memiliki fungsi tugas sangat berbeda namun.

Baca juga:   Bey Machmudin Ajak Buruh Hadirkan Kegiatan Positif pada Hari Buruh Internasional

Rama berperan sebagai pendidik masyarakat sementara Resi bertugas menjaga hukum agama dan Prabu bertindak sebagai pemimpin eksekutif dalam pemerintahan.

Sinergi antara Rama serta Resi dan Prabu merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kemakmuran dan kedamaian di dalam sebuah wilayah.

Implementasi Konsep Tri Tangtu Dalam Struktur Pemerintahan

Dalam konteks pemerintahan konsep Tri Tangtu di Buana membagi kekuasaan menjadi tiga bagian yang saling melengkapi satu sama lainnya.

Unsur pertama adalah kepemimpinan rakyat yang diwakili oleh sosok Rama sebagai pemegang kedaulatan moral paling tinggi di dalam masyarakat.

Unsur kedua adalah kepemimpinan spiritual yang dipegang oleh Resi guna memastikan setiap tindakan manusia sesuai dengan ajaran hukum Tuhan.

Unsur ketiga adalah kepemimpinan politik yang dijalankan oleh Prabu untuk mengatur urusan duniawi serta menjaga keamanan seluruh warga negara.

Pembagian tugas ini bertujuan untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh satu pihak dalam menjalankan roda pemerintahan di tanah Pasundan.

Baca juga:   Pelepasan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat

Keseimbangan Ekologi Dan Hubungan Manusia Dengan Alam

Tri Tangtu di Buana juga mengatur bagaimana manusia harus bersikap terhadap alam sekitar guna menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Masyarakat Sunda kuno diajarkan untuk menghormati hutan serta gunung dan sumber air sebagai bagian dari tatanan kosmos yang suci.

Kerusakan pada salah satu unsur alam dianggap akan membawa malapetaka besar bagi kehidupan manusia karena memutus tali keseimbangan jagat.

Nilai kearifan lokal ini tercermin dalam sistem hutan larangan serta hutan titipan yang masih dipertahankan oleh masyarakat adat tertentu.

Harmoni antara mikrokosmos dan makrokosmos menjadi inti sari dari seluruh rangkaian ajaran Tri Tangtu di Buana yang sangat luhur.

Relevansi Ajaran Tri Tangtu Dalam Kehidupan Modern

Meskipun berasal dari zaman dahulu ajaran Tri Tangtu di Buana masih memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi tantangan.

Konsep kepemimpinan yang berintegritas serta berlandaskan nilai spiritual sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tatanan sosial yang mulai mengalami degradasi saat.

Baca juga:   Manajer Kickboxing Indonesia Diusir dari SEA Games 2025, Disergap Polisi

Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan pesan moral utama yang harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mempelajari naskah kuno seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian membantu kita memahami jati diri bangsa yang kaya akan nilai kearifan.

Tri Tangtu di Buana adalah warisan intelektual yang harus kita jaga demi mewujudkan masa depan dunia yang jauh lebih baik.

Daftar Sumber Teks Tertulis:

  • Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518): Merupakan sumber primer yang menjelaskan pembagian peran Rama, Resi, dan Prabu dalam masyarakat.

  • Naskah Carita Parahyangan: Menyebutkan implementasi tatanan sosial dan politik pada masa kerajaan-kerajaan Sunda berdasarkan prinsip keseimbangan tiga unsur.

  • Naskah Amanat Galunggung (Kropak 632): Berisi wejangan mengenai pentingnya menjaga aturan hidup (tangtu) agar jati diri bangsa tidak hilang ditelan zaman.

  • Buku “Manusia Sunda” karya Ajip Rosidi: Memberikan analisis mendalam tentang bagaimana konsep Tri Tangtu memengaruhi pola pikir dan perilaku orang Sunda.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: budaya sundaFilosofiFilosofi Hidup Masyarakat Sundajawa baratKearifan Lokal Jawa BaratKonsep Tri Tangtu di Buana SundaNaskah KunoRama Resi Prabu SundaSanghyang Siksa Kandang Karesiansejarah SundaTri Tangtu di Buana


Related Posts

Someah Hade ka Semah. (generate by DreaminaAI)
HEADLINE

Bukan Sekadar Senyum! Inilah Rahasia Filosofi Soméah Hadé ka Sémah yang Membuat Siapa Pun Merasa Jatuh Cinta Saat Menginjakkan Kaki di Pasundan!

29 Januari 2026
Jaka, Mang Dadang dan Mang Ade. (generate by dreaminaAI)
HEADLINE

Kekuatan Sauyunan (Bagian 2): Rahasia Naskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

28 Januari 2026
generate by GeminiAI
HEADLINE

Misteri Leuweung Titipan (Bag.1): Amanat Aki Karma di Tanah Parahyangan

27 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

NASA misi luar angkasa
HEADLINE

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

# NASA misi luar angkasa FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM -- NASA kembali menegaskan langkah seriusnya dalam pengembangan industri luar...

Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026
Raffi Ahmad longsor Bandung Barat

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

31 Januari 2026

Highlights

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.