CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home CAHAYA PASUNDAN

Akhlak dan Kehidupan: Akhlak Terhadap Lingkungan

Hanna Hanifah
20 Februari 2026
Akhlak dan Kehidupan: Akhlak Terhadap Lingkungan

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Paguyuban Pasundan (Akhlak dan Kehidupan: Akhlak Terhadap Lingkungan, dalam buku Afeksi Islam)

WWW.PASJABAR.COM – Lingkungan (ekologi) diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda tak bernyawa. Terkait dengan lingkungan tersebut, Islam dengan tegas melarang umat manusia melakukan kerusakan di bumi, baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan terhadap diri sendiri.

Sedemikian tegasnya larangan itu sehingga orang yang melakukan kerusakan disebut sebagai mufsid (salah satu karakter dari sifat fasik).

Akhlak yang diajarkan Al-Qur’an dan Hadis terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan antara manusia dengan alam. Kekhalifahan juga mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, dan bimbingan agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Misalnya, seseorang tidak dibenarkan memetik buah sebelum matang atau memetik bunga sebelum mekar. Tindakan ini dilarang karena tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya.

Baca juga:   Hubungan (Nisbah) Akidah, Syariah, dan Akhlak

Manusia sebagai Khalifah dan Tanggung Jawab Lingkungan

Larangan dan perintah tersebut menjadi ujian bagi manusia, apakah ia termasuk makhluk yang siap menaati dan menghormati ketentuan-Nya atau tidak. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati setiap proses yang sedang berlangsung. Sikap seperti ini akan membentuk pribadi yang bertanggung jawab sehingga tidak melakukan kerusakan lingkungan. Sulit dipungkiri bahwa kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak pada kerusakan manusia sendiri.

Manusia juga harus memahami bahwa apa pun yang Allah ciptakan di dunia, manfaatnya akan kembali kepada manusia. Binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda tak bernyawa diciptakan oleh Allah dan sepenuhnya menjadi milik-Nya. Dalam hal ini, manusia hanya diberi amanah untuk mengelolanya. Seluruh ciptaan-Nya memiliki ketergantungan yang sangat kuat kepada-Nya. Keyakinan yang kuat terhadap hal ini akan mengantarkan seseorang pada kesadaran bahwa semua makhluk adalah umat Allah dan harus diperlakukan secara wajar serta baik sesuai dengan titah-Nya.

Baca juga:   Akhlak Terhadap Allah

Surat Al-An’am (6) ayat 38 menegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung adalah umat juga seperti manusia. Semuanya tidak boleh diperlakukan secara aniaya. Aniaya merupakan tindakan zalim, dan pelakunya disebut zalim. Bahkan dalam keadaan perang sekalipun, Al-Qur’an melarang tindakan aniaya tanpa alasan yang benar. Tidak hanya terhadap manusia dan binatang, mencabut atau menebang pohon pun dilarang, kecuali dalam keadaan terpaksa dan demi kemaslahatan, serta seizin Allah, yakni sejalan dengan tujuan penciptaan dan kemaslahatan bersama.

“Apa saja yang kamu tebang dari pohon atau kamu biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya, itu semua atas izin Allah.” (QS Al-Hasyr, 59: 5).

Keselarasan Manusia dengan Alam

Alam dan segala isinya telah ditundukkan oleh Allah bagi manusia. Di sisi lain, manusia diberi akal untuk menampung ilmu, dan dengan ilmu itu manusia mengelola isi alam tersebut. Itulah sebabnya manusia diberi gelar khalifah. Ilmu pemberian Allah mempermudah manusia memanfaatkan alam bagi kehidupannya. Namun, manusia tidak hanya dituntut mencari kemenangan, melainkan juga keselarasan dengan alam. Karena keduanya tunduk kepada Allah, manusia dan alam dapat hidup bersahabat dan harmonis dalam kemaslahatan bersama.

Baca juga:   WHO Serukan ‘Accelerated Action’ Gender pada International Woman’s Day

Selain akhlak terhadap tumbuhan dan lingkungan, Islam juga memperhatikan kelestarian serta keselamatan binatang. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang; kendarailah dan beri makanlah dengan baik.” (HR Muslim).

Jelaslah bahwa akhlak Islam bersifat holistik dan komprehensif, mencakup seluruh makhluk ciptaan Allah. Penegasan ini penting karena secara fungsional setiap makhluk saling membutuhkan. Kerusakan salah satu jenis makhluk akan berdampak pada makhluk lainnya. Dengan demikian, akhlak Islam merupakan akhlak universal yang apabila diaplikasikan dengan baik, setiap makhluk akan merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: akhlakakhlak lingkunganislamlingkunganmuslim


Related Posts

pemikiran islam
CAHAYA PASUNDAN

Bidang Pemikiran dalam Islam

17 April 2026
perkembangan islam
CAHAYA PASUNDAN

Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam

10 April 2026
islam
CAHAYA PASUNDAN

Sejarah Pemikiran Islam

3 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)
HEADLINE

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Sepak bola Indonesia kembali berduka atas runtuhnya nilai-nilai sportivitas di level pembinaan. Sosok Fadly...

Pemain Bhayangkara U-20 (putih) menendang pemain Dewa United U-20 di Semarang, Minggu (19/4) sore. (Arsip Dewa United)

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

20 April 2026
Laga Dewa United vs Persib Bandung. (Foto: Official Persib)

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

20 April 2026
Tendangan Fadly Alberto ke pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

20 April 2026
unpad

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

Highlights

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.