WWW.PASJABAR.COM – Suplemen kerap dianggap sebagai cara praktis untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, sejumlah ahli mengingatkan bahwa tidak semua suplemen aman dikonsumsi, terutama tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Dalam siaran Eating Well, dilansir dari ANTARA, konsumsi suplemen sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit jantung atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Beberapa ahli gizi menyebut ada enam jenis suplemen yang justru berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan jantung.
Enam Suplemen yang Perlu Diwaspadai
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang bermanfaat. Namun, Ahli Gizi Bess Berger, RDN, menjelaskan bahwa dosis tinggi vitamin E dalam bentuk suplemen dapat meningkatkan risiko gagal jantung dan stroke hemoragik.
Hal senada disampaikan Violeta Morris, M.S., RDN, yang menyebut dua uji klinis menemukan peningkatan risiko stroke hemoragik pada konsumsi 111–200 IU per hari. Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat (USPSTF) pun tidak merekomendasikan vitamin E untuk pencegahan penyakit kardiovaskular.
Kalsium juga perlu diperhatikan. Morris mengutip analisis 13 uji coba terkontrol yang menemukan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen pada wanita pascamenopause sehat yang mengonsumsi suplemen kalsium.
“Kalsium dapat berkontribusi pada kalsifikasi arteri,” ujar Berger.
Suplemen energi atau penurun berat badan yang mengandung stimulan seperti kafein dosis tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Sehingga memberi tekanan pada sistem kardiovaskular.
Beta karoten dalam dosis tinggi disebut dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada perokok.
Akar manis (licorice) mengandung glisirizin yang dapat menyebabkan retensi natrium dan tekanan darah tinggi.
Sementara itu, beras ragi merah mengandung monacolin K yang secara struktural mirip obat lovastatin dan berisiko menyebabkan kerusakan otot, ginjal, dan hati.
Sebagai alternatif, para ahli menyarankan memperkuat kesehatan jantung melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres yang baik. (han)











